Suara.com - India telah menargetkan penemuan vaksin virus corona (Covid-19), potensial pertamanya dari uji coba manusia hingga penggunaan umum dalam enam minggu ke depan.
Bharat Biotech International Ltd., pembuat vaksin India yang tidak terdaftar, menerima persetujuan regulatori untuk memulai uji klinis manusia untuk percobaan eksperimental awal pekan ini. Perusahaan farmasi itu juga sudah memiliki badan penelitian medis India yang mempercepat proses tersebut.
Vaksin yang sedang dikembangkan kini dalam "pertimbangan" untuk diluncurkan sebagai penggunaan kesehatan masyarakat pada 15 Agustus mendatang setelah selesai semua uji klinis. Hal tersebut diungkap Dewan Riset Medis India atau ICMR dalam surat 2 Juli lalu ke situs uji klinis, dikutip Bloomberg News.
Namun, belum ada bukti bahwa vaksin Bharat Biotech aman untuk digunakan pada manusia, belum lagi efektif. Garis waktu yang dibayangkan jauh lebih pendek daripada upaya vaksin terdepan lainnya dari pembuat obat Amerika dan China, yang sebagian besar memulai uji klinis manusia beberapa bulan lalu dan sekarang memasuki tahap terakhir dari tiga tahap pengujian.
Sebagaimana melansir Hindustantimes, Minggu (5/7/2020), tawaran itu menggarisbawahi kebutuhan mendesak India untuk menghentikan virus corona, yang telah membuat lebih dari 640.000 orang sakit dan menewaskan lebih dari 18.600 orang di negara Asia atau sebagai wabah terbesar keempat di dunia.
Dalam suratnya, ICMR mendesak lokasi uji coba untuk mendaftarkan sukarelawan paling lambat 7 Juli mendatang.
Kecepatannya telah mengkhawatirkan beberapa orang di lingkungan medis.
"Jalur pengembangan yang dipercepat seperti itu belum pernah dilakukan untuk jenis vaksin apa pun, bahkan yang sedang diuji coba di negara lain," ujar Anant Bhan, seorang peneliti medis di Universitas Manipal India, mengatakan dalam sebuah posting Twitter.
"Bahkan dengan garis waktu yang dipercepat, ini tampaknya terburu-buru dan karenanya, dengan potensial risiko."
Baca Juga: Khawatir Positif Virus Corona, Pria Tewas Usai Ditolak 18 Rumah Sakit
Bharat Biotech berencana mendaftarkan 375 orang pada fase pertama uji klinis dan 750 orang pada fase kedua, kata juru bicara ICMR. Apakah vaksin akan disetujui untuk penggunaan umum, tergantung pada hasil uji coba itu. Seorang juru bicara Bharat Biotech menolak berkomentar.
"Mereka tidak bisa melakukan itu," kata Jayaprakash Muliyil, ketua Komite Penasihat Ilmiah di Institut Epidemiologi Nasional, merujuk pada garis waktu yang ditargetkan dari peluncuran vaksin.
Menurutnya, mengembangkan vaksin adalah prosedur rumit yang melibatkan pembuktian keefektifan dan keamanannya.
"Uji coba akan dimulai "paling mungkin" pada hari Senin (7/7/2020)," kata C. Prabhakar Reddy, seorang profesor di Institut Ilmu Kedokteran Nizam di Hyderabad - salah satu situs uji coba yang menerima surat ICMR.
"Kita semua bekerja siang dan malam untuk memenuhi tenggat waktu, tetapi masih akan berlomba leher ke leher," katanya, menambahkan bahwa dia tidak mengantisipasi kekurangan relawan dalam skenario saat ini.
Negara-negara berkembang sangat ingin mengurangi ketergantungan pada negara-negara lain dan pembuat obat-obatan asing dalam mengamankan vaksin.
Berita Terkait
-
Meski Tak Yakin Efektif Lawan Corona, Pria Ini Beli Masker Emas Rp 56 Juta
-
Ngebet Ingin Dites COVID-19, Pria Ini Lakukan Aksi Membahayakan Pengendara
-
Aplikasi China Dilarang di India, Seleb Medsos Hadapi Ketidakpastian
-
Viral, Jasad Pasien Covid-19 Dibuang Begitu Saja di Lubang Oleh Petugas!
-
Gegara Sertifikat Kematian, Jasad Lansia Corona Disimpan di Kulkas Es Krim
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation
-
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria : RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
-
Inspirasi K-Wellness dan AI Home LG ala Shin Ye Eun
-
Ekonomi Digital Indonesia Capai 100 Miliar Dolar AS, Komdigi Dorong Kolaborasi Nasional
-
5 HP Layar Lengkung dan NFC Termurah, Sensasi Premium dengan Bujet Minimum
-
Powerbank Bagus Merek Apa? Ini 4 Pilihan 10.000 mAh untuk Antisipasi Listrik Padam
-
7 Tips agar Baterai iPhone Awet, Kurangi Risiko Battery Health Cepat Turun