Suara.com - Uni Eropa telah mengumumkan bahwa warga negara Amerika Serikat (AS) tidak akan diizinkan memasuki kawasan Benua Biru.
Para pejabat di Uni Eropa menilai, pemerintah AS tidak becus menangani dan menahan laju penyebaran virus corona, sehingga turis dari Negeri Paman Sam tidak diperkenankan melakukan perjalan wisata ke Eropa. Selain AS, keputusan serupa juga berlaku bagi turis asal Brasil dan Rusia.
Meskipun ada kebutuhan ekonomi yang mendesak, Uni Eropa menilai bahwa mengizinkan pelancong AS untuk memasuki kawasannya terlalu berisiko.
Pasalnya, tingkat infeksi Covid-19 di AS terlalu tinggi. Selain itu, respon dari Gedung Putih pun belum bisa meyakinkan para ahli bahwa situasi ini akan berubah dalam waktu dekat.
Sekadar informasi, jumlah kasus Covid-19 di AS per 5 Juli 2020 nyaris mencapai angka 3 juta, yang menempatkannya sebagai negara dengan jumlah kasus virus corona terbesar di dunia.
Melansir The Verge, Senin (6/7/2020), menurut data terbaru dari Pusat Sumber Daya Coronavirus Universitas Johns Hopkins University, kasus-kasus baru juga telah melonjak di AS dalam beberapa pekan terakhir, sehingga memicu beberapa negara untuk membatalkan rencana mereka untuk membuka kembali bisnisnya.
Meski begitu, perserikatan negara-negara Eropa tidak serta merta menutup semua pintu sektor pariwisatanya bagi para pelancong asing. Per awal Juli, Uni Eropa mengeluarkan izin wisata bagi para turis dari 14 negara, termasuk Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, Uruguay.
Nantinya, daftar negara yang boleh memasuki Eropa akan ditinjau ulang setiap dua minggu sekali.
Baca Juga: Spanyol Terima Turis Mancanegara, Usai Lockdown Terketat di Eropa
Berita Terkait
-
Tak Hanya Batuk Kering, Batuk Berdarah Juga Jadi Gejala Virus Corona!
-
Pasien Covid-19 dengan Gejala Parah Bisa Cepat Hasilkan Sel T
-
Covid-19 Tembus 10 Juta Kasus Infeksi dan 4 Berita Health Populer Lainnya
-
Penerapan Normal Baru Indonesia Diprediksi Gagal, Kenapa?
-
Kasus Corona Tembus 9,5 Juta, WHO Ingatkan Krisis Tabung Oksigen
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
Terkini
-
Acer Swift Air 14 Meluncur, Laptop AI Tipis dengan Intel Core Series 3 dan Baterai Tahan 19 Jam
-
Honor X7e Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.500 mAh dan Android 16 di Kelas Entry-Level
-
3 HP Murah POCO dengan Review Bagus, Ada yang Support NFC
-
24 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Juni 2026: Jangan Lewatkan Zinedine Zidane Gratis
-
41 Kode Redeem FF Terbaru 4 Juni 2026: Borong Item Langka Universal Token
-
Terpopuler: 5 HP NFC Termurah, Update Harga HP Samsung Galaxy A Series Juni 2026
-
Rp3 Juta dapat Samsung Tipe Apa? Ini 4 Rekomendasi Terbaik Menurut Review 2026
-
Gameplay God of War Laufey Terungkap: Grafis Menawan, Istri Kratos Lebih Lincah
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi 17T: Telefoto Lebih Ciamik, Performa Kencang
-
3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026