Suara.com - Peramban web versi lama yang kadaluarsa atau tidak sah, menjadi gerbang utama bagi para pelaku kejahatan siber. Penelitian baru oleh Kaspersky mengungkap, kampanye berbahaya yang terus berlanjut dan menargetkan para pengguna Internet Explorer di wilayah Asia Pasifik.
Menurut data terbaru dari Kaspersky Security Network, kit eksploitasi yang dijuluki Magnitude EK, telah secara aktif berkembang dan mencoba untuk menginfeksi para pengguna di Korea Selatan, Taiwan, dan Hong Kong dengan eksploitasi baru.
"Magnitude EK adalah salah satu kit exploit yang paling lama berdiri. Itu ditawarkan pada forum underground dari 2013, kemudian menjadi kit eksploitasi pribadi," ucap Borin Larin, peneliti keamanan di Kasperksy, dalam keterangan pers yang diterima Suara.com.
Menurutnya, selain perubahan pelaku di belakangnya, kit eksploitasi ini juga telah mengalihkan fokusnya untuk menyebarkan ransomware kepada para pengguna dari negara-negara Asia Pasifik tertentu melalui malvertising.
Data statistik Kaspersky menunjukkan bahwa kampanye ini terus menargetkan negara-negara di Asia Pasifik dengan terbesar Taiwan 55,67 persen, Korea Selatan 30,73 persen, dan Hong Kong 13,60 persen pada 2019. Sedangkan pada 2020, Korea Selatan 78,29 persen, Taiwan 17,83 persen, dan Hong Kong 3,88 persen.
Upaya serangan biasanya didistribusikan dalam paket yang berisi banyak eksploitasi untuk kerentanan berbeda. Kit eksploit juga dikenal sebagai paket exploit, digunakan untuk mengidentifikasi perangkat lunak yang diinstal pada komputer korban, mencocokkannya dengan daftar eksploit dalam paket dan menyebarkan eksploit yang sesuai jika salah satu aplikasi yang diinstal memiliki kerentanan.
Sedangkan, malvertising atau mal-iklan mengacu pada penggunaan iklan online untuk mendistribusikan program berbahaya. Pelaku kejahatan siber menyematkan skrip khusus dalam banner atau mengarahkan ulang pengguna, yang mengklik iklan ke halaman khusus yang berisi kode untuk mengunduh malware.
Metode khusus digunakan untuk menembus filter jaringan iklan besar dan menempatkan konten berbahaya di situs tepercaya. Dalam beberapa kasus, pengguna tidak perlu mengklik iklan palsu tersebut, kode otomatis akan dijalankan ketika iklan ditampilkan.
Pemantauan Kaspersky juga menunjukkan bahwa Magnitude EK dipelihara secara aktif dan mengalami perkembangan berlanjut. Pada Februari 2020, itu telah beralih ke eksploitasi untuk kerentanan yang lebih baru CVE-2019-1367 di Internet Explorer.
Baca Juga: Bahaya Berselancar Internet, Indonesia Peringkat ke-46 di Dunia
Selain itu, versi kampanye ransomware lama juga digunakan untuk memeriksa ID bahasa berkode keras yang mencakup bahasa di Hong Kong, China, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Dalam versi yang lebih baru, pemeriksaan untuk ID bahasa telah dihapus.
Menurut Kaspersky, hingga bulan lalu masih terdapat sebagian kecil pengguna online di Asia Pasifik yang melakukan penjelajahan web melalui Internet Explorer karena masih menjadi peramban web default untuk Windows 7, 8, dan 8.1.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis