Suara.com - Sepasang ilmuwan bernama Avi Loeb, seorang profesor sains di Harvard dan Amir Siraj, seorang mahasiswa sarjana di Harvard mengungkapkan hipotesis bahwa planet sembilan bisa menjadi lubang hitam.
Pemikiran keduanya tertuang dalam makalah berjudul Searching for Black Holes in the Outer Solar System with LSST dan telah diterima oleh The Astrophysical Journal Letters.
Di luar orbit Neptunus, sekelompok Obyek Sabuk Kuiper menggembala bersama secara gravitasi oleh beberapa objek dengan massa yang cukup untuk melakukannya. Salah satu penjelasan untuk ini adalah hipotesis Planet Sembilan. Tetapi menemukan planet tersebut merupakan tugas yang hampir mustahil.
Namun, penjelasan potensial yang diberikan Loeb dan Siraj menyebut lubang hitam purba bisa bersembunyi di wilayah tersebut.
Lubang hitam merupakan hasil akhir dari bintang masif yang mencapai akhir hidupnya dan runtuh secara gravitasi. Beberapa juga disebut sebagai lubang hitam supermasif, seperti yang dihidup di pusat galaksi Bimasakti. Raksasa ini bisa milyaran kali lebih masif dari Matahari.
Tetapi, lubang hitam purba jauh lebih kecil. Objek itu secara hipotetis terbentuk setelah Big Bang karena fluktuasi kepadatan. Lubang hitam dengan jenis itu terbentuk tanpa bintang leluhur apapun.
Leob dan Siraj bukan yang pertama mengusulkan lubang hitam purba sebagai penyebab orbit Objek Sabuk Kuiper yang tidak biasa. Tetapi keduanya mengusulkan bagaimana menemukan lubang hitam itu di luar sana.
"Awasi saja sampai lubang hitam itu memakan sesuatu, seperti komet. Di sekitar lubang hitam, benda-benda kecil yang mendekatinya akan meleleh akibat pemanasan dari latar belakang pertambahan gas. Begitu benda itu meleleh, tubuh-tubuh kecil akan mengalami gangguan pasang surut oleh lubang hitam, diikuti oleh pertambahan dari tubuh yang rusak ke dalam lubang hitam," kata Siraj, seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (14/7/2020).
Loeb menambahkan bahwa karena lubang secara intrinsik gelap, radiasi yang dipancarkan dalam perjalanan ke mulut lubang hitam adalah satu-satunya cara untuk menerangi lingkungan yang gelap ini.
Baca Juga: Astronom Temukan Lubang Hitam Paling Masif, 34 Miliar Kali Matahari
"Kami menemukan bahwa jika Planet Sembilan adalah lubang hitam, keberadaannya dapat ditemukan oleh Legacy Survey of Space and Time (LSST) karena percikan api tambahan yang ditenagai oleh benda-benda kecil dari awan Oort yang akan dideteksi pada tingkat setidaknya beberapa tahun," tambah Loeb.
LSST adalah misi 10 tahun untuk memetakan langit selatan berulang kali. Ini akan mensurvei langit selatan setiap tiga malam dengan lensa bidang yang lebar. Pengamatannya akan membahas sejumlah pertanyaan astronomi, astrofisika, dan kosmologis.
Tetapi, itu juga berguna untuk melihat transien, seperti supernova dan bahkan pembakaran dari lubang hitam saat objek itu mengkonsumsi komet atau benda lain.
"Teleskop lain bagus dalam menunjuk target yang diketahui, tetapi kita tidak tahu persis di mana harus mencari Planet Sembilan. Kita hanya tahu wilayah luas tempat tinggalnya. Kemampuan LSST untuk mensurvei langit dua kali per minggu sangat berharga. Selain itu, kedalamannya akan memungkinkan untuk mendeteksi suar yang dihasilkan dari penabrak yang relatif kecil," kata Loeb.
Selain LSST, para ahli juga dibantu oleh Vera C. Rubin Observatory yang memiliki kemampuan untuk mendeteksi suar ini secara otomatis.
"Metode ini dapat mendeteksi atau menyingkirkan lubang hitam massa-planet yang terperangkap ke tepi awan Oort atau sekitar seratus ribu unit astronomi," tambah Siraj.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Pesaing POCO X8 Pro Max, iQOO 15T Bawa Chip Flagship dan Layar 144 Hz
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 4 Mei 2026: Klaim Gloo Wall Rio dan Gintoki Bundle
-
Smartphone Xiaomi Apakah Tahan Air? Ini 6 HP dengan Sertifikat IP68 Termurah
-
Debut Bulan Ini, Lenovo Legion Y70 2026 Usung Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai Jumbo
-
39 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 4 Mei 2026, Klaim Hadiah dan Manfaatkan Event TOTS
-
Update Samsung April 2026: Daftar HP Galaxy yang Dapat Patch Keamanan Terbaru, Ada Punya Kamu?
-
5 Studio Raksasa Bersaing Dapatkan Film Battlefield, Adaptasi Game Makin Populer
-
56 Kode Redeem FF Terbaru 4 Mei 2026, Klaim Gintoki Bundle dan Update Nerf Nikita
-
Diprediksi Mulai Rp7 Jutaan, Xiaomi Civi 6 Series Andalkan Chipset Kelas Atas
-
10 HP Midrange Terkencang April 2026: iQOO Z11 Pemuncak, Ada OPPO Reno dan POCO X8 Pro