Suara.com - Wahana antariksa milik European Space Agency atau ESA bernama Solar Orbiter berhasil mengambil foto Matahari dari jarak dekat pada hari Kamis (16/07/2020). Foto yang tercipta menyisakan sebuah "penampakan" yang diduga netizen sebagai tardigrada, makhluk miskroskopis tahan banting
Sebagai informasi, tardigrada dikenal sebagai makhluk Bumi mikroskopis dengan ketahanan tubuh super tinggi.
Bahkan karena kemampuan tubuhnya, ribuan tardigrada telah dibawa oleh ilmuwan Israel menggunakan wahana antariksa ke Bulan.
Kondisi-kondisi ekstrem bahkan tidak mampu membuat hewan ini lemah atau mati. Tardigrada begitu tahan saat berada di suhu beku, nol oksigen, hingga tekanan tinggi.
Makhluk ini bahkan telah lolos dari lima kepunahan massal yang pernah terjadi di Bumi.
Meski mempunyai kemampuan super, noda hitam pada foto Matahari bukan seekor tardigrada.
David Berghmans, seorang peneliti utama pada Solar Orbiter mengungkapkan bahwa tardigrada tidak ada di dekat Matahari dan noda hitam yang ada hanyalah bentuk kecacatan pada foto.
"Dan ketika para peneliti Solar Orbiter melihat bentuk oval yang tampaknya 'merangkak' pada beberapa gambar, mereka menyebutnya sebagai 'tardigrada kecil' dan eksperimen biologi tambahan kami. Tapi pada kenyataannya itu adalah cacat sensor. Dalam pemrosesan di masa mendatang ketika kami lebih mengoptimalkan ini, penampakan akan dibersihkan dan diinterpolasi dari piksel terdekat," kata David Berghmans.
Dikutip dari Livescience, Berghmans menjelaskan bahwa tardigrada terlihat bergerak karena gambar aslinya agak goyah, yang akhirnya diperbaiki oleh para peneliti dengan perangkat lunak.
Baca Juga: Keracunan Sinar Matahari, Wajah Gadis Ini Bengkak hingga Tak Bisa Melihat
Setelah perbaikan, noda itu mulai bergerak secara independen sehingga menyebabkan "tardigrada" tampak merangkak.
Panjang tardigrada sekitar 0,012 sampai 0,020 inci, tetapi mereka mampu bertahan hidup di suhu 151 derajat Celcius dan dalam kondisi beku.
Berghmans menambahkan bahwa tardigrada tidak mungkin bertahan hidup pada permukaan Matahari yang suhunya mencapai 5.500 derajat Celsius.
Meski memiliki "ketahanan super" ilmuwan tersebut mengonfirmasi bahwa noda kecil pada foto Matahari bukanlah tardigrada.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Dokumen Digital Jadi Senjata Baru Penipuan, Privy dan Komdigi Dorong Budaya Verifikasi
-
Bocoran Fitur Amazfit Active 3 Premium, Usung Teknologi Layar Anyar
-
19 Wallpaper Ramadhan 2026 HD: Download Gratis, Ada Poster Anak SD
-
Ramadan di Era Digital: Shopee Soroti Perubahan Cara Masyarakat Menyusun Rutinitas
-
Link Live Streaming Silent Hill Transmission, Konami Ungkap Proyek Game Horor Baru
-
63 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 12 Februari: Raih Romance Bundle dan Hadiah Valentine
-
4 Rekomendasi Tablet RAM 4 GB untuk Aktivitas Belajar Anak, Mulai Rp1 Jutaan
-
8 Meme SEAblings vs Knetz yang Trending, Netizen Asia Tenggara Bersatu Lawan Korsel
-
Setelah Romeo, Grasshopper Siap Rilis Game Baru Lagi Tahun Ini
-
Harga Xiaomi Tag Muncul di Toko Online, Lebih Murah dari Apple AirTag