Suara.com - Bagi pelari pemula hingga penghobi olahraga lari, smartwatch atau jam tangan lari kini menjadi perangkat penting untuk menunjang latihan. Fungsinya bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi juga membantu mengukur jarak tempuh, kecepatan atau pace lari, jumlah langkah, kalori yang terbakar, hingga detak jantung secara real-time. Dengan data tersebut, pelari bisa mengevaluasi performa latihan sekaligus menjaga konsistensi olahraga.
Dulu, jam tangan lari identik dengan harga mahal. Merek seperti Garmin atau Suunto bahkan mematok harga jutaan rupiah hingga belasan juta untuk model dengan GPS dan fitur analisis lanjutan. Namun kini, pasar smartwatch semakin kompetitif. Banyak produsen menghadirkan jam tangan pintar di bawah Rp1 juta, bahkan di kisaran Rp200 ribuan hingga Rp400 ribuan, dengan fitur yang cukup mumpuni untuk kebutuhan lari harian.
Smartwatch di kelas harga terjangkau umumnya sudah dibekali sensor dasar seperti pedometer, pengukur jarak, pemantau kalori, dan detak jantung. Desainnya ringan dan sporty, sehingga nyaman dipakai saat jogging atau long run.
Meski demikian, perlu dipahami bahwa akurasi GPS atau sensor detak jantungnya belum setara smartwatch premium. Materialnya pun cenderung plastik dan fitur lanjutan seperti navigasi rute atau analisis VO2 Max belum tersedia. Meski begitu, untuk pemula atau pelari rekreasional, smartwatch murah tetap menjadi pilihan rasional dan fungsional.
Berikut ini rekomendasi smartwatch di bawah sejuta rupiah yang dikenal cukup akurat dalam menghitung pace lari dan aktivitas harian.
1. Huawei Band 10
Harga sekitar Rp469.000
Huawei Band 10 menjadi salah satu smartband paling populer di kelas harga terjangkau.
Perangkat ini unggul dari sisi akurasi pengukuran langkah dan aktivitas harian.
Huawei membekalinya dengan lebih dari 100 mode olahraga berbasis riset, termasuk lari indoor dan outdoor, sehingga data pace dan jarak terasa cukup konsisten untuk latihan rutin. Bobotnya sangat ringan, hanya sekitar 14 gram, membuatnya nyaris tak terasa saat dipakai berlari jarak jauh.
Baca Juga: Apa Itu Pace Lari dan Bagaimana Cara Menghitungnya? Ini Panduannya
Layar AMOLED yang jernih memudahkan pengguna membaca data langkah, kalori, dan jarak secara real-time, bahkan di bawah terik matahari. Ditambah daya tahan baterai hingga 14 hari, Huawei Band 10 cocok bagi pelari yang ingin fokus latihan tanpa sering mengisi daya.
2. Itel Smartwatch ISW-043
Harga sekitar Rp328.500.
Itel Smartwatch ISW-043 menawarkan kepraktisan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Smartwatch ini punya keunggulan pada fitur pengisian daya super cepat. Cukup mengisi daya selama lima menit, perangkat ini bisa digunakan hingga 24 jam tanpa henti.
Untuk aktivitas lari, ISW-043 mampu mencatat langkah, kalori terbakar, dan detak jantung selama olahraga. Fitur pemantauan waktu latihan juga membantu pelari menjaga durasi dan konsistensi sesi lari. Desainnya ringan dan nyaman di pergelangan tangan, sehingga cocok dipakai seharian, baik untuk olahraga maupun aktivitas kasual.
3. Haylou Solar Neo
Harga sekitar Rp329.000.
Bagi pelari yang menyukai aktivitas outdoor, Haylou Solar Neo patut dipertimbangkan. Jam ini sudah mengantongi sertifikasi IP68, artinya tahan debu dan air. Cocok untuk lari di berbagai kondisi cuaca, termasuk hujan ringan atau medan berdebu.
Berita Terkait
-
5 Smartwatch dengan NFC Paling Murah, Praktis untuk Transaksi Cashless
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Buat Balas WA, Harga Mulai Rp500 Ribuan
-
5 Smartwatch GPS dengan Baterai Tahan Lama, Aman Dipakai setiap Hari
-
5 Rekomendasi Smartwatch Terbaik untuk Kado Natal Pasangan
-
Apa Itu Pace Lari dan Bagaimana Cara Menghitungnya? Ini Panduannya
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali