Suara.com - Keamanan akun Google merupakan hal yang harus diperhatikan oleh pengguna karena berisi data-data pribadi yang bisa disalahgunakan oleh pihak lain. Pengguna dapat mengecek keamanan akun Google dan melihat apakah komputer, ponsel, atau perangkat lain sedang atau telah menggunakan akun Google pengguna.
Pengguna dapat memeriksa informasi ini untuk memastikan tidak ada orang lain yang ke akun pengguna. Dilansir dari laman resmi Google, berikut cara mengecek keamanan akun Google:
1. Meninjau perangkat yang pengguna gunakan untuk login
Pertama, buka Akun Google dengan mengakses alamat https://myaccount.google.com/ kemudian di panel navigasi kiri, klik opsi Keamanan.
Gulir ke bawah hingga pengguna menemukan panel Perangkat Anda dan pilih opsi Kelola Perangkat. Pengguna akan melihat perangkat apa saja yang saat ini tengah login ke Akun Google pengguna. Untuk detail selengkapnya, klik pada perangkat.
2. Meninjau perangkat yang baru-baru ini digunakan untuk logout
Pertama, buka Akun Google dengan mengakses alamat https://myaccount.google.com/ kemudian di panel navigasi kiri, pilih Keamanan.
Gulir ke bawah hingga menemukan panel Perangkat Anda dan pilih Kelola Perangkat. Gulir kembali ke bawah menuju "Perangkat yang Anda gunakan untuk logout". Pengguna akan melihat perangkat yang pengguna gunakan untuk logout dari Akun Google dalam 28 hari terakhir.
3. Cara logout di perangkat yang tidak digunakan lagi
Baca Juga: Viral Palestina Tak Ada di Google Maps, Ternyata Ini Faktanya
Untuk menjaga keamanan akun, pengguna harus logout di perangkat yang hilang dan bukan milik pengguna lagi.
Untuk logout di perangkat yang tidak digunakan lagi, buka Akun Google dengan mengakses alamat https://myaccount.google.com/ kemudian di panel navigasi kiri, klik Keamanan. Gulir ke bawah hingga menemukan panel Perangkat Anda lalu pilih Kelola Perangkat. Pilih perangkat > Logout.
4. Mengamankan akun jika melihat perangkat yang tidak dikenal
Pertama, buka Akun Google dengan mengakses alamat https://myaccount.google.com/ kemudian di panel navigasi kiri, klik Keamanan. Gulir ke bawah hingga menemukan panel Perangkat Anda. Pilih Kelola Perangkat > pilih opsi Tidak mengenali perangkat?.
Pengguna mungkin tidak mengenali aktivitas yang sebenarnya pengguna lakukan jika pengguna mulai menggunakan perangkat baru atau pengguna menggunakan perangkat orang lain atau komputer publik. Kemungkinan lainnya adalah pengguna baru-baru ini menyetel ulang perangkat pengguna ke setelan pabrik.
Jagalah keamanan data Anda dan selamat mencoba!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Daftar Kode Redeem TheoTown Februari 2026: Dapatkan Bonus untuk Bangun Kota Impian
-
5 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB Internal 256 GB
-
6 HP Pesaing Samsung Galaxy A36 5G untuk Alternatif, Spek dan Performa Kencang
-
5 Pilihan HP RAM 12 GB Termurah di Bawah Rp3 Juta, Performa Saingi Flagship
-
Apa Bedanya Smart TV dan Android TV? Jangan Sampai Salah Beli
-
IoT Indonesia 2026: 800 Juta Perangkat Siap Terkoneksi, Siapkah Industrinya?
-
Registrasi SIM Biometrik Berlaku 2026, Masih Perlukah Aturan 1 NIK 3 Nomor?
-
7 Tablet Flagship Layar Besar, Spek Terbaik untuk Kuliah Maupun Kerja
-
26 Kode Redeem FC Mobile 13 Januari 2026: Klaim Pemain Tumbal dan Ribuan Gems Gratis
-
5 Rekomendasi Tablet Murah RAM Besar untuk Multitasking, Mulai Rp1 Jutaan