Suara.com - Semua email pemasaran yang masuk ke kotak masuk, tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga melacak apakah pengguna telah membuka email. Tetapi ada cara mencegah agar pengguna tidak dilacak saat membaca email.
Ada berbagai metode yang digunakan untuk melacak email. Misalnya, salah satu yang paling sederhana adalah tautan pengalihan.
Ketika pengguna mengklik tautan dalam email promosi yang mengarah ke halaman untuk produk yang ingin pengguna beli, tautan tersebut telah dikodekan agar dapat dilacak dan mengirim berbagai data ke server, seperti browser apa yang pengguna gunakan atau dari mana pengguna mengklik tautan.
Dalam beberapa kasus, juga ada metode lain dengan melacak piksel. Satu piksel lacakan disematkan ke email, biasanya disembunyikan dalam gambar atau tautan. Ketika email dibuka, kode di dalam piksel mengirimkan info kembali ke server perusahaan.
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat pengguna lakukan untuk menghindari sebagian besar pelacak, seperti menghentikan atau menonaktifkan email memuat gambar secara otomatis. Dilansir dari The Verge, Jumat (24/7/2020), berikut cara mencegah agar tidak dilacak saat membaca email:
1. Nonaktifkan memuat gambar secara otomatis di komputer
Pertama, klik ikon roda gigi di sudut kanan atas > klik pada "See all settings". Di tab General, gulir ke bawah menuju opsi Images > pilih "Ask before displaying external images" > gulir ke bawah ke bagian bawah halaman dan klik Save Changes.
Perlu diperhatikan bahwa ini juga akan mematikan fitur email dinamis Gmail, yang membuat pesan email lebih interaktif.
2. Nonaktifkan memuat gambar secara otomatis di perangkat seluler
Baca Juga: Tips: Begini Cara Memperkecil Ukuran PDF
Di aplikasi Gmail, pilih ikon tiga baris di sudut kiri atas > gulir ke bawah dan pilih Settings > pilih akun email yang pengguna inginkan > gulir ke bawah dan pilih opsi Images > pilih "Ask before displaying external images". Sama seperti cara di komputer, hal ini juga akan menonaktifkan email dinamis Gmail.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terpopuler: 7 HP Layar Super Amoled, Samsung Galaxy A07 5G Rilis di Indonesia
-
OPPO Reno15 Series: Selfie Ultra Wide 0,6x, Baterai 7.000mAh untuk Aktivitas Anak Muda Tanpa Batas
-
Hobi Lari dan Pakai Smartwatch? Kaspersky Ungkap Bahaya Tersembunyi Pelacak Kebugaran
-
Garmin Venu X1 French Gray Resmi Meluncur di Indonesia, Smartwatch Tertipis 7,9 mm
-
Samsung Galaxy A07 5G Resmi Rilis di Indonesia: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6000mAh dan Fitur AI
-
7 HP Layar Super AMOLED dengan Kamera Ultrawide Paling Murah, Spek Kelas Atas
-
Ini Cara Efektif Lindungi Remaja Saat Akses Instagram, Facebook, dan Messenger
-
Amazon dan AWS Libatkan Lebih dari 400 Siswi Kenalkan AI, Coding, dan Gaming
-
HP Satukan HyperX dan OMEN, Hadirkan Ekosistem Gaming Terpadu dan Luncurkan HyperX OMEN 15
-
Bangun Ekosistem, Bukan Sekadar Produk: Strategi Sukses Tembus Global