Suara.com - Sebuah pengadilan di Mesir telah memvonis lima perempuan seleb TikTok dengan hukuman 2 tahun penjara. Mereka dinilai melanggar nilai-nilai moral publik, demikian diwartakan The Guardian, Selasa (28/7/2020).
Haneen Hossam, Mowada al-Adham, dan tiga perempuan lainnya diadili karena video atau konten yang mereka unggah di TikTok. Selain penjara, lima perempuan itu juga didenda masing-masing 300.000 pound Mesir atau sekitar Rp 274 juta.
Hossam, yang punya 1,3 juta follower di TikTok, ditahan pada April lalu. Ia ditahan karena mengunggah video berdurasi 3 menit yang isinya mengajak perempuan lain bekerja bersamanya dan akan diberi gaji.
Adham ditahan pada Mei. Ia ditangkap karena mengunggah video satir di TikTok serta Instagram. Ia memiliki lebih dari 2 juta follower di dua media sosial tersebut.
Pengacara Ahmed Hamza al-Bahqiry mengatakan para perempuan muda itu juga menghadapi dakwaan berbeda terkait sumber uang mereka. Menurut pengacara hak asasi manusia Mesir, Tarek al-Awadi mengatakan bahwa penangkapan lima perempuan itu menunjukkan bagaimana Mesir sedang bergolak akibat cepatnya perkembangan teknologi komunikasi.
"Vonisnya memang mencengangkan, meski sudah diduga. Kita akan lihat apa yang terjadi di pengadilan banding," kata Intissar al-Saeed, seorang pengacara bidang hak-hak perempuan Mesir.
"Ini adalah indikator yang berbahaya. Terlepas dari pandangan beragam yang diutarakan gadis-gadis itu di TikTok, tetap saja itu bukan alasan untuk penahanan," imbuh dia.
Perempuan di Mesir menghadapi pengekangan ketat dari pemerintah dalam beberapa waktu terakhir. Penyanyi dan penari perempuan telah menjadi sasaran aparat di sana.
Juni lalu pengadilan Mesir memvonis penari perut Sama al-Masry dengan hukuman 3 tahun penjara setelah ia mengunggah video tariannya di TikTok. Vonis yang sama juga dijatuhkan pada penyanyi perempuan yang mengunggah video tariannya pada 2018 lalu.
Baca Juga: 5 Fakta Kasus Bullying ABG Berjilbab Dipaksa Cium Kaki 10 Kali
Mesir juga sedang mengetatkan pengawasan terhadap akun-akun media sosial populer. Mereka yang punya lebih dari 5000 follower di media sosial apa saja, akan dipantau ketat oleh aparat pemerintah.
Berita Terkait
-
Melihat Kondisi Negara Hari Ini, Bolehkah Kita Tetap Menikmati Hidup?
-
Sejarah Terulang! Deretan Nenek Moyang Para Koruptor: Dari Tokoh Agama hingga Pejabat Militer
-
6 HP untuk Live Streaming TikTok dan Shopee, RAM 8GB dan Baterai 5.000 mAh ke Atas
-
Jelang Demo DPR, 65 Orang Diciduk Bawa 7 Jeriken Bensin hingga Ratusan Botol Molotov
-
Tak Terima, Ariana Grande Serang Trump Usai Gunakan Lagunya di TikTok
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan