Suara.com - Rusia dilaporkan telah menyelesaikan uji klinis untuk vaksin virus corona (Covid-19). Sekarang, para pejabat setempat mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk menyetujui vaksin Covid-19 dalam waktu kurang dari dua minggu dan sedang mempersiapkan kampanye vaksinasi massal untuk musim gugur.
Sebagaimana melansir aman Fox8, Minggu (2/8/2020), para pejabat mengatakan kepada CNN, Rabu (29/7/2020) bahwa mereka bekerja menuju 10 Agustus atau lebih awal, untuk persetujuan vaksin yang telah dibuat oleh Gamaleya Institute, berbasis di Moskow.
"Ini momen Sputnik. Orang Amerika terkejut ketika mereka mendengar bunyi bip Sputnik. Itu sama dengan vaksin ini. Rusia akan sampai di sana dulu," kata Kirill Dmitriev, kepala dana kekayaan negara Rusia, yang membiayai penelitian vaksin Rusia, merujuk pada peluncuran 1957 yang sukses dari satelit pertama dunia oleh Uni Soviet.
Mengutip India Today, kantor berita Rusia melaporkan pada Sabtu (1/8/2020) bahwa uji klinis telah selesai dan dokumen sedang disiapkan untuk mendaftarkan vaksin.
Setelah disetujui untuk penggunaan publik, petugas kesehatan garis depan akan menerima vaksinasi terlebih dahulu, kata pejabat Rusia.
"Kami merencanakan vaksinasi yang lebih luas untuk Oktober," Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan Sabtu (1/8/2020).
Terlepas dari kekhawatiran tentang keamanan, keefektifan dan apakah negara ini telah mengambil jalan pintas dalam pembangunan, setidaknya 20 negara dan beberapa perusahaan AS berusaha mendapatkan vaksin Covid-19 tersebut, kata pejabat Rusia.
Namun, Rusia belum merilis data ilmiah tentang pengujian vaksinnya. CNN pun tidak dapat memverifikasi keamanan atau keefektifannya. Para kritikus mengatakan, desakan negara untuk vaksin datang di tengah tekanan politik dari Kremlin, yang ingin menggambarkan Rusia sebagai kekuatan ilmiah global.
Ada juga kekhawatiran luas pengujian manusia terhadap vaksin tidak lengkap.
Baca Juga: Parah, Puluhan Ilmuwan Bikin Vaksin Covid-19 Eksperimental secara Ilegal!
Lusinan uji coba vaksin sedang berlangsung di seluruh dunia dan sejumlah kecil dalam uji coba kemanjuran berskala besar, tetapi sebagian besar pengembang telah memperingatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang tersisa sebelum vaksin mereka dapat disetujui.
India, Brasil, dan Arab Saudi adalah di antara puluhan negara yang telah menyatakan minatnya pada vaksin Rusia, menurut pejabat Rusia. CNN telah menjangkau ketiga negara yang disebutkan tetapi belum menerima tanggapan.
"Dan sementara belum ada pendekatan resmi penuh ke Rusia dari sisi AS, beberapa perusahaan swasta di AS juga memulai penyelidikan awal untuk mengetahui lebih lanjut tentang vaksin," klaim Dmitriev, Kamis (30/7/2020).
Namun, dana kekayaan negara menolak menyebutkan nama perusahaan.
Rusia terbuka untuk bekerja sama dengan AS, menurut Dmitriev. Dia menambahkan bahwa dia tidak "mengecualikan kemungkinan bahwa [AS] akan menjadi salah satu negara untuk menyetujui vaksin Rusia, mengikuti uji klinis dan persetujuan.
Sementara beberapa vaksin Covid-19 global sedang dalam tahap uji coba ketiga, vaksin Rusia belum menyelesaikan fase kedua. Pengembang berencana menyelesaikan fase tersebut pada 3 Agustus mendatang dan melakukan pengujian fase ketiga secara paralel dengan vaksinasi pekerja medis.
Berita Terkait
-
WHO: Kita Harus Belajar Hidup Berasama Virus Corona Covid-19
-
Peneliti Rusia Ungkap Virus Covid-19 dapat Terbunuh di Air Mendidih
-
Ilmuwan Amerika Sebar Resep Vaksin Covid-19, Pengguna Diminta Racik Sendiri
-
Ilmuwan Amerika Racik Vaksin Covid-19 Sendiri, Langsung Dipakai ke Tubuh
-
Pakar Jerman Sebut Vaksin Covid-19 Tak Bakal Tersedia Sampai Tahun Depan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Terpopuler: 4 Portable Power Station untuk Hadapi Mati Listrik, HP Xiaomi yang Terbukti Laris
-
Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya
-
Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru
-
4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas
-
5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol
-
ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!
-
4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif
-
4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik
-
Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems