Suara.com - Perangkat lunak pemantauan atau monitoring dan manajemen bisa membantu TI dan administrator jaringan melakukan tugas seperti pemecahan masalah dan memberikan dukungan teknis. Namun, para pelaku kejahatan siber juga bisa memanfaatkan alat yang sah dalam melakukan serangan dunia maya di infrastruktur perusahaan.
Menurut Laporan Analisis Respon Insiden terbaru dari Kaspersky, hasil penyelidikan tim Kaspersky Global Emergency Response pada 2019 menunjukkan hampir sepertiga atau 30 persen dari serangan siber melibatkan alat manajemen dan administrasi jarak jauh yang sah.
Akibatnya, para pelaku kejahatan siber tidak terdeteksi untuk jangka waktu lama. Perangkat lunak itu memungkinkan para pelaku menjalankan proses pada titik akhir, mengakses dan mengekstrak informasi sensitif, melewati berbagai kontrol keamanan.
Secara total, analisis data anonim dari kasus respon insiden (IR) menunjukkan 18 alat sah yang disalahgunakan oleh aktor ancaman untuk tujuan berbahaya.
Salah satu yang paling banyak digunakan adalah PowerShell dengan 25 persen kasus. Alat administrasi yang kuat ini digunakan untuk berbagai tujuan, mulai mengumpulkan informasi hingga menjalankan malware.
Kemudian alat lainnya adalah PsExec yang dimanfaatkan dalam 22 persen serangan siber. Aplikasi konsol ini ditujukan untuk proses peluncuran pada titik akhir jarak jauh.
Lalu diikuti SoftPerfect Network Scanner sebanyak 14 persen kasus.
Lebih sulit bagi solusi keamanan untuk mendeteksi serangan yang dilakukan oleh alat yang sah karena tindakan ini dianggap sebagai bagian dari aktivitas kejahatan siber yang direncanakan atau tugas administrator sistem reguler.
Sebagai contoh, pada segmen serangan yang berlangsung lebih dari sebulan, insiden siber memiliki durasi rata-rata 122 hari. Karena tidak terdeteksi, para pelaku kejahatan siber dapat mengumpulkan data sensitif korban.
Baca Juga: Peringatan 10 Tahun Ferrari - Kaspersky, Pencinta Motorsport Dapat Kado ini
Namun, para ahli Kaspersky mencatat bahwa terkadang tindakan berbahaya yang menggunakan perangkat lunak sah mengungkapkan pelaku atau si aktor lebih cepat.
"Untuk menghindari deteksi dan tetap tidak terlihat dalam jaringan yang disusupi dalam jangka lama, para aktor ancaman banyak menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan untuk aktivitas pengguna normal, tugas administrator, dan diagnostik sistem," jelas Konstantin Sapronov, Head of Global Emergency Response Team di Kaspersky, dalam keterangan pada siaran pers yang diterima Suara.com.
"Dengan alat ini, mereka dapat mengumpulkan informasi tentang jaringan perusahaan dan kemudian melakukan gerakan lateral, mengubah pengaturan perangkat lunak dan perangkat keras atau bahkan melakukan beberapa bentuk tindakan berbahaya," lanjutnya.
Konstantin Sapronov menambahkan contoh penggunaan perangkat lunak yang sah untuk mengenkripsi data pelanggan. Sehingga pelaku kejahatan tetap di bawah radar analis keamanan. Namun, sistem logging dan pemantauan yang diterapkan dengan tepat akan membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan di jaringan dan serangan kompleks pada tahap awal.
Untuk meminimalkan kemungkinan perangkat lunak manajemen jarak jauh digunakan dalam menembus infrastruktur, Kaspersky memberikan rekomendasi ini:
- Batasi akses ke alat manajemen jarak jauh dari alamat IP eksternal
- Terapkan kebijakan kata sandi yang ketat untuk seluruh sistem IT dan otentikasi multi-faktor
- Ikuti prinsip penawaran hak istimewa terbatas bagi staf dan hanya memberikan akun dengan hak istimewa tinggi kepada pihak yang membutuhkan.
Berita Terkait
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Pascagempa Sulawesi Tengah, Kemkomdigi Pulihkan 8 BTS dan Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi
-
Kawal Pembangunan Jaringan Air Perpipaan Bentuk Komitmen DPRD DKI
-
400 Kota Terkoneksi dan 5G Blanket Mulai Digelar, Smartfren Perkuat Dominasi Jaringan
-
Hacker Gunakan Kode QR Teks untuk Kelabuhi Email Security, Ini Cara Kerjanya
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Spesifikasi Lenovo Aurora GH15: Headset Gaming Murah dengan Baterai 1000 mAh
-
Vivo X Fold 6 Beri 'Sinyal Bahaya' pada Galaxy Z Fold 8, Apa Saja Fiturnya?
-
5 HP Gaming Rp2 Jutaan dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo Menurut Review
-
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION dengan Audio Premium dan Noise Cancelling Generasi Terbaru
-
Poco F8 Ultra Kembali Ready Stock, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Performa Gaming Kelas Konsol
-
Kaspersky Ungkap Malware Argamal yang Menyamar dalam Game Dewasa, Hacker Bisa Kuasai Komputer Korban
-
Punya Uang Rp1,2 Juta Dapat HP Apa? Ini 5 Pilihan dengan Performa Terbaik Juni 2026
-
Microsoft Perluas Literasi AI di Indonesia, 50 Ribu Peserta Kantongi Sertifikasi Kecerdasan Buatan
-
Samsung Konfirmasi Exynos 2700, Siap Jadi Otak Galaxy S27 dan Tantang Snapdragon Generasi Terbaru
-
Startup Singapura Luncurkan Platform AI untuk UMKM Indonesia, Bantu Brand Kuasai Pencarian Google