Dalam wawancara dengan Indo Lit Club yang ditayangkan di YouTube baru-baru ini, Ian mengatakan tema utama dari semua buku yang ditulisnya adalah mengenai rempah-rempah, pulau-pulau yang menghasilkan rempah di Indonesia, serta kehadiran VOC.
"Saya ingin menghidupkan kembali kisah-kisah tersebut."
Namun ketika pensiun, Ian mengatakan sama sekali tidak menduga akan mampu menerbitkan lima buku dalam 10 tahun terakhir.
"Menulis buku pada awalnya adalah hobi setelah pensiun. Saya berpikir mungkin setelah saya melakukan penelitian, saya tidak akan menuliskannya dalam buku," katanya dalam wawancara dengan Toni Pollard di kanal YouTube tersebut.
"Lalu saya menulis buku, tapi berpikir mungkin buku itu tidak akan pernah selesai. Setelah selesai menulis, saya merasa mungkin tidak akan ada yang mau menerbitkannya," katanya.
Namun Ian mengaku jika sejauh ini belum ada penerbit atau perseorangan yang berminat untuk menterjemahkan buku-bukunya ke dalam bahasa Indonesia.
"Selama ini minat terhadap buku-buku saya lumayan, namun terbatas, karena saya menulis untuk kalangan yang terbatas, yaitu orang-orang asing yang berbahasa Inggris yang tertarik dengan Indonesia," katanya.
Kenangan indah dari perjalanan ke Indonesia
Salah satu buku yang berdasarkan pengalaman pribadinya adalah tertuang dalam buku "A Journey Across the Archipelago", di mana Ian menceritakan kisahnya menjelajahi berbagai kawasan Indonesia mulai dari Jakarta sampai ke Timor Timur saat itu.
Baca Juga: TMM Gandeng Badan Geologi KESDM Uji Hasil Pengolahan Nikel
"Saya pernah mengunjungi Oecusse di wilayah Timor Timur [sekarang Timor Leste] yang terpisah dari wilayah Timor Timur, karena berada di wilayah Timor Barat."
"Saya juga melihat Selat Flores dari dekat Larantuka … selat itu dikelilingi pulau-pulau yang masing-masing memiliki gunung, namun tampak seperti sebuah laut yang luas," tambahnya.
Ian juga terlibat dalam berbagai kegiatan di Indonesia untuk mempromosikan buku-buku yang ditulisnya, termasuk hadir di salah satu festival sastra terkenal di Indonesia, yakni Festival Penulis Ubud di Bali.
"Saya bisa melakukan promosi buku saya di Jakarta lewat Yayasan Warisan Indonesia [Indonesian Heritage Society]," kata Ian Burnet.
"Di Bali di Festival Penulis Ubud, saya hadir mempromosikan empat buku saya, dan juga saya pernah ke Kuala Lumpur, Malaka, Penang, Singapura dan tentu saja di Australia."
Melihat banyak kemajuan di Indonesia
Ian mengaku melihat ada perubahan dengan Indonesia sekarang ini dibandingkan dengan kedatangannya pertama kali di tahun 1968.
"Tentu saja sudah ada begitu banyak kemajuan di Indonesia sejak saya pertama datang dan saya hampir tidak lagi mengenali beberapa bagian di Jakarta," katanya.
Ian mengaku jika ia belajar bahasa Indonesia begitu ia tiba, terlebih karena menikah dengan perempuan Indonesia sehingga ia merasa harus bisa menguasainya.
"Untuk pembicaraan sehari-hari saya mengerti dan bisa melakukannya, namun untuk mendiskusikan hal yang serius, misalnya masalah politik atau agama, kemampuan kosakata saya terbatas," akunya.
Setelah hampir 30 tahun tinggal dan mengenal Indonesia, Ian mengaku memiliki sejumlah hal yang paling ia disukai dari Indonesia yang merayakan kemerdekaan ke-75 di tahun 2020 ini.
"Saya suka nasi Padang, kopi tubruk, cendol, gula merah dan santan, dan tentu saja durian," katanya.
"[Namun] saya tidak suka dengan penggunaan WC Jongkok," katanya sambil tertawa dalam wawancara dengan Indo Lit Club di YouTube.
Berita Terkait
-
LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker
-
Cara Bikin Scrapbook Digital Estetik di Galaxy A57 5G, Cukup Pakai Multi Window dan Drag & Drop
-
Yamaha MX King 150 Prima Pramac Livery Ala MotoGP Rilis di Jakarta Fair 2026
-
Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS
-
Garuda Muda Tersingkir di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
HP Flagship Anyar, Honor Magic 9 Bakal Bawa Stylus dan Layar Mewah Compact
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 12 Juni 2026: Klaim Diamond, Cek VAR, dan Lightning Kickoff
-
Prediksi Gaya Mengemudi Baru di GTA 6, Ada Sistem Bantuan Khusus
-
LG OLED evo AI 2026 Meluncur, TV Terbaru Lebih Personal dan Bisa Terlindung dari Incaran Hacker
-
Pertamax Naik Rp16.250, Dirut Pertamina Ngaku Tetap Pertimbangkan Daya Beli Masyarakat!
-
Spesifikasi Huawei MatePad Mini Terungkap, Bawa Layar OLED PaperMatte dan Baterai 6.400 mAh
-
Cara Bikin Scrapbook Digital Estetik di Galaxy A57 5G, Cukup Pakai Multi Window dan Drag & Drop
-
Terpopuler: 4 HP AMOLED RAM Besar Harga Pelajar, HP Gaming Rp3 Jutaan Terbaik
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 11 Juni 2026: Trik Rahasia Dapat Ronaldinho 120 OVR
-
48 Kode Redeem FF Terbaru 11 Juni 2026: Siap-siap Bocoran Elite Pass Golden