Suara.com - Para ilmuwan Australia berhasil mencari cara untuk mengubah air asin atau air payau, menjadi air minum yang aman dan bersih.
Inovasi baru ini menggunakan senyawa kerangka logam-organik (MOF), bersama sinar Matahari untuk memurnikan airnya hanya dalam waktu 30 menit, menggunakan proses yang lebih efisien daripada teknik yang ada.
Senyawa itu stabil, murah, dapat digunakan kembali, dan menghasilkan air yang memenuhi standar Desalinasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Berdasarkan pengujian awal, sekitar 139,5 liter atau hampir 37 galon air bersih dapat diproduksi per hari dari satu kilogram bahan MOF.
Setelah hanya empat menit terpapar sinar Matahari, material melepaskan semua ion garam dari air dan siap digunakan lagi. Tim ahli di balik proses tersebut mengatakan bahwa mereka menyediakan beberapa peningkatan atas metode desalinasi yang ada.
"Proses desalinasi termal dengan penguapan memerlukan banyak energi dan teknologi lain, seperti osmosis balik, memiliki sejumlah kelemahan, termasuk konsumsi energi yang tinggi dan penggunaan bahan kimia dalam pembersihan membran dan deklorinasi," kata Huanting Wang, insinyur kimia dari Monash University, seperti dikutip Science Alert, Selasa (18/8/2020).
Wang menambahkan bahwa sinar Matahari adalah sumber energi paling melimpah dan terbarukan di Bumi. Pengembangan proses desalinasi berbasis adsorben baru ini, melalui penggunaan sinar Matahari untuk regenerasi memberikan solusi desalinasi yang hemat energi dan ramah lingkungan.
Para ilmuwan menciptakan MOF baru yang disebut PSP-MIL-53, yang sebagian terbuat dari bahan yang disebut MIL-53, yang sudah dikenal karena cara bereaksi terhadap air dan karbon dioksida.
Meskipun ini bukan penelitian pertama yang mengusulkan gagasan menggunakan membran MOF untuk membersihkan garam dari air laut dan air payau, temuan ini dan materi PSP-MIL-53 akan memberi para ilmuwan lebih banyak pilihan untuk dijelajahi.
Baca Juga: Ternyata... Transgender Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu
MOF pada umumnya adalah bahan yang sangat berpori, di mana hanya dengan satu sendok teh bahan yang dikompresi dapat dibuka hingga menutupi area seluas lapangan sepak bola. Sistem baru ini, berpotensi digunakan pada pipa dan sistem air lainnya untuk menghasilkan air minum bersih.
"Desalinasi telah digunakan untuk mengatasi meningkatnya kekurangan air secara global. Karena ketersediaan air payau dan air laut yang melimpah dan karena proses desalinasi dapat diandalkan, air yang diolah dapat diintegrasikan dalam sistem akuatik yang ada dengan risiko kesehatan minimal," tambah Wang.
Menurut data WHO, secara global sekitar 785 juta orang kekurangan sumber air minum bersih dalam waktu setengah jam berjalan kaki dari tempat mereka tinggal. Ketika krisis iklim mulai terjadi, masalah itu semakin parah.
Mengingat 97 persen air di Bumi merupakan air garam, itu adalah sumber daya yang sangat besar yang belum dimanfaatkan untuk air minum yang bermanfaat bagi kehidupan, jika solusi seperti PSP-MIL-53 dapat ditemukan untuk membuatnya sesuai dan aman dikonsumsi manusia.
Meskipun masih tidak ada kejelasan mengenai seberapa efektif sistem itu bekerja, tetapi ini merupakan hal baik. Bersamaan dengan pendekatan lain yang sedang diuji, seperti penggunaan sinar ultraviolet, filter graphene, dan sinar Matahari dan hidrogel.
Para ilmuwan sedang mencari metode untuk mengeluarkan air dari udara tipis. Penelitian ini sendiri telah dipublikasikan di Nature Sustainability.
Berita Terkait
-
Pernah Kirim Sinyal ke Pengorbit Bulan, Ilmuwan Akhirnya Mendapat Balasan
-
Ilmuwan Temukan Bekas Benturan Terbesar di Tata Surya pada Bulan Jupiter
-
NASA Petakan Kerusakan Ledakan Beirut dari Luar Angkasa
-
Terungkap, Ini Alasan Vaksin Covid-19 Rusia Diklaim Putin Sudah Disetujui
-
Ilmuwan Klaim Siap Temukan Bukti Kehidupan Alien Cerdas
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement