Kelimpahan spesies ini tampaknya serupa dengan tikus gajah lainnya dan jangkauannya dapat melampaui Somalia hingga Djibouti dan mungkin Ethiopia.
Sengi Somalia adalah salah satu dari 25 "spesies hilang yang paling dicari" menurut badan amal, Konservasi Margasatwa Global.
"Biasanya ketika kami menemukan kembali spesies yang hilang, kami hanya menemukan satu atau dua individu dan harus bertindak cepat untuk berusaha mencegah kepunahan yang akan segera terjadi," kata Robin Moore.
"Ini adalah penemuan kembali yang melegakan di masa yang kacau bagi planet kita, dan yang memberi kita harapan baru untuk spesies mamalia kecil lain dalam daftar paling dicari, seperti mondok emas DeWinton, spesies yang masih berkerabat dengan sengi, dan tikus awan Pulau Ilin. "
Teka-teki baru
Analisis DNA menunjukkan bahwa sengi Somalia berkerabat paling dekat dengan spesies lain di Maroko dan Afrika Selatan, sehingga ia ditempatkan dalam genus baru.
Entah bagaimana caranya, mamalia menyebar melintasi jarak yang sangat jauh dari waktu ke waktu, meninggalkan teka-teki bagi para ahli biologi.
Para ilmuwan berencana untuk meluncurkan ekspedisi lain pada tahun 2022 dengan melacak individu sengi dengan GPS radio untuk mempelajari perilaku dan ekologinya.
Kelsey Neam dari Global Wildlife Conservation menambahkan: "Menemukan sengi Somalia di alam liar adalah langkah pertama dalam konservasi. Sekarang setelah kita tahu bahwa ia masih ada, para ilmuwan dan ahli konservasi akan bisa memastikan bahwa ia tidak akan pernah menghilang lagi."
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Peer J.
Baca Juga: Gara-gara Tikus sebuah Showroom Mobil Kebakaran, Kerugian Capai Rp 140 M
Berita Terkait
-
Sejarah Ceuta, Enklave Spanyol di Afrika Utara Jadi 'Surga' Warga Maroko
-
5 Warna Keberuntungan yang Sesuai Shio Tikus Tahun 2026, Diyakini Membuka Peluang dan Rezeki
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
-
Spanyol Diserbu Migran Maroko, Tentara Diminta Bersiaga di Perbatasan
-
Modus Terbongkar! Bea Cukai Gagalkan Ekspor 3,4 Ton Merkuri Disamarkan Keramik Senilai Rp17,5 Miliar
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bara di Anak Tuha: Saat Sengketa Lahan Berujung Pembakaran PT BSA
-
Bahaya Scroll Society: Saat Anak Muda Mahir Scrolling, Lupa Berpikir
-
Profil dan Karier Aida Budiman yang Diusulkan Prabowo Jadi Deputi Gubernur Senior BI
-
Broker Global Kantongi Lisensi Seychelles, Standar Regulasi Makin Diperkuat
-
Jalan Gelap Membawa Petaka: 3 Nyawa Melayang Usai 2 Motor Terlibat Adu Banteng di Mojokerto
-
Sambut HUT RI, Monumen 9 Pilar Bogor Berbalut Merah Putih
-
5 Gold ETF Syariah Resmi Diluncurkan, Analis Soroti Dampaknya Pada Pasar Emas
-
Akses Keuangan Melesat, Literasi Tertinggal: Trader Muda Diminta Waspadai Risiko
-
Bocoran HP Agustus 2026: Ada yang Punya Kamera Robot
-
Apa Penyebab Uban Muncul di Usia Muda? Bukan Cuma Faktor Genetik