Vaksin Covid-19 Oxford - Astrazeneca, yang dinamai AZD1222 - dikembangkan menggunakan adenovirus yang memiliki satu gen yang sama dengan protein-protein pada virus Sars-Cov-2, pemicu Covid-19.
Adenovirus dirancang untuk memantik reaksi imun tubuh untuk melawan virus corona. Platform ini belum pernah digunakan pada vaksin yang sudah dijual di pasaran saat ini, tetapi sudah pernah digunakan dalam pembuatan vaksin ekperimental, termasuk untuk melawan virus Ebola.
Libatkan 50.000 relawan
Vaksin Oxford ini sebelumnya menunjukkan hasil menjanjikan dalam uji klinis pertama terhadap manusia yang digelar pada April lalu. Hasil studi awal menunjukkan bahwa vaksin itu berhasil memantik reaksi imun yang cukup untuk melawan Covid-19.
Uji klinis fase akhir dari vaksin Covid-19 Oxford ini melibatkan 50.000 orang. Bulan lalu, Astrazeneca sudah merekrut 30.000 orang relawan di Amerika Serikat dan penyuntikan vaksin itu sudah dimulai sampai muncul kabar buruk pekan ini.
Selain di AS, vaksin Covid-19 Oxford dan Astrazeneca ini juga diujikan ke relawan di Inggris, Brasil, dan Afrika Selatan.
Kabar baiknya, penghentian uji klinis vaksin Covid-19 Oxford ini tak berarti tak ada vaksin dalam waktu dekat. Saat ini dari segelintir calon vaksin virus corona yang sudah memasuki uji klinis fase akhir, empat berasal dari China dan dua di Amerika Serikat.
Vaksin Sinovac asal China bahkan sedang diuji klinis di Bandung, Jawa Barat dan ditargetkan rampung akhir tahun ini. Rencananya vaksin Covid-19 Sinovac ini yang akan diproduksi dan digunakan oleh Indonesia. [ABC/Stat]
Baca Juga: Alhamdulillah, Vaksin Covid-19 AstraZeneca Masuki Uji Coba Tahap 3
Berita Terkait
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
Studi Oxford: Hampir Separuh Penduduk Dunia Terancam Panas Ekstrem pada 2050
-
Ketika Anak Muda Jadi Garda Depan Pencegahan Penyakit Tak Menular
-
Universitas Oxford Dikritik Imbas Tak Cantumkan Nama Peneliti Indonesia Terkait Bunga Langka
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia
-
Hampir 'Terjebak' Gratifikasi, Purbaya Sempat Diming-Imingi Diskon Harley-Davidson
-
Hasil Inter vs Milan Tanpa Pemenang, Cristian Chivu Santai: Hasil Tak Penting
-
Lama Mandek, Pemerintah Klaim Kawasan Industri Madura Didukung Investor China
-
Israel Dituding Jadikan Perang Timur Tengah Jadi Konflik Agama
-
Ada 2 Pembalap Indonesia di Mandalika 2026! Ini Update Terbaru Penjualan Tiket MotoGP
-
KPK Pertanyakan Selisih Uang yang Dikembalikan Menhut Raja Juli, ke Mana Sisanya?