Pasangan ini akan mulai terlihat di langit pada pukul 03.20 WIB, 2 jam 12 menit sebelum Matahari terbit, dan mencapai ketinggian 27 derajat di atas ufuk timur sebelum menghilang dari pandangan pada pukul 05.18 WIB.
Bulan dan Venus akan berada di konstelasi Leo dan terpisah sejauh 4 derajat satu sama lain.
4. Oposisi Mars
Mars akan berada di titik oposisi pada 14 Oktober. Pada saat itu, Matahari, Bumi, dan Mars akan berada segaris lurus di bidang tata surya. Artinya, dalam pandangan dari Bumi, Mars akan berada di arah yang berlawanan posisinya dari Matahari. Ketika Matahari terbenam, Mars baru akan terbit.
Pada waktu yang sama ketika Mars melewati oposisi, planet itu juga melakukan pendekatan terdekatnya ke Bumi yang disebut perigee dan membuatnya tampak sangat terang dan besar.
Waktu perigee Mars adalah waktu yang tepat untuk melakukan pengamatan karena berdekatan dengan Bumi di tata surya, dengan jarak 55 juta kilometer dari Bumi dan memiliki variasi terbesar dalam semua planet dalam jaraknya dari Bumi.
Namun meski pada jarak terdekatnya dengan Bumi, para pengamat tetap haru melakukan pengamatan menggunakan teleskop.
5. Bulan biru
Bulan biru (blue moon) akan terjadi pada 31 Oktober 2020. Meskipun disebut Bulan biru, tapi fenomena ini merupakan Bulan purnama kedua yang terjadi pada satu bulan kalender. Dikarenakan pada 2 Oktober sudah terjadi Bulan purnama, maka purnama pada 31 Oktober disebut Bulan biru.
Baca Juga: Fenomena Ganjil, Langit Oranye Berkabut di Kota Kelahirannya Steve Jobs
Bulan biru terakhir terjadi pada 31 Maret 2018, sedangkan Bulan biru musiman berikutnya akan terjadi pada 22 Agustus 2021. Dua Bulan purnama relatif jarang terjadi dalam bulan kalender yang sama karena rata-rata sekali setiap 2,7 tahun.
Pada saat Bulan mencapai fase penuh, Bulan akan berada di konstelasi Aries dan akan muncul paling tinggi di belahan Bumi utara. Bulan akan terlihat pada pukul 21.49 WIB dan berjarak 406.000 kilometer dari Bumi.
Penggunaan istilah Bulan biru sendiri merupakan inovasi abad ke-20 yang awalnya berasal dari kesalahan cetak di majalah Sky & Telescope yang terbit pada Maret 1946.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
7 HP 5G RAM 8 GB Harga Cuma Rp3 Jutaan Terupdate Maret 2026, Dijamin Anti-Lag!
-
Silent Hill 2 Remake Terjual 5 Juta Kopi, Konami Rayakan dengan Diskon
-
5 HP Murah Kamera Mirip iPhone Mulai Rp1 Jutaan, Bisa Flexing Tanpa Mahal Saat Lebaran
-
REDMI Pad 2 4G Resmi Meluncur di Indonesia, Tablet SIM Card Rp2 Jutaan, Baterai 9000mAh
-
7 HP Murah Terbaik Buat Lebaran 2026 Rekomendasi David GadgetIn: Spek Ciamik, Harga Miring
-
Donald Trump Umumkan Pengeboman Terdahsyat dalam Sejarah Timur Tengah, Kilang Iran Dilindungi
-
Cara Cek CCTV Tol Trans Jawa Real-Time Lewat HP: Pantau Jalur Lancar buat Mudik 2026
-
Huawei Mate X7 Resmi di Indonesia, HP Lipat Flagship Cocok Buat Upgrade THR Lebaran
-
Xiaomi Watch S5 Siap Meluncur, Smartwatch Mewah dengan eSIM dan Baterai Awet
-
6 HP RAM 8 GB di Bawah Rp2 Juta, Lancar untuk Game dan Multitasking