Suara.com - Samsung Electronics Indonesia memprediksi bahwa video singkat akan tetap menjadi tren hingga tahun depan.
Baru-baru ini, Samsung mendorong generasi muda membuat konten kreatif di media sosial dalam menyebarkan sisi positif ataupun membantu bisnis melalui jajaran Galaxy A.
Konten-konten yang paling diminati saat ini, masih berbentuk video dengan durasi pendek. Hal ini terlihat dari meledaknya popularitas TikTok, sebagai platform media sosial, yang memungkinkan pengguna berkreasi melalui video singkat.
Tak hanya TikTok, beberapa platform media sosial pun melihat tren tersebut memiliki peminat yang cukup besar. Dibuktikan, dengan Instagram meluncurkan fitur Reels yang memungkinkan pengguna merekam video dengan durasi hanya 15 detik.
"Ini sesuai dengan kampanye Galaxy A, jadi saat melihat tren, kami juga melihat video singkat itu cocok dengan produk yang kita tawarkan dengan menyasar kaum muda. Dari sisi pembuatan konten ini, seri Galaxy A relevan dengan gaya hidup anak muda sekarang," kata Irfan Rinaldi, Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam acara virtual Samsung Galaxy Creator Workshop pada Senin (19/10/2020).
Meski tidak ada jaminan bahwa video singkat akan tetap menjadi tren, Irfan menambahkan memang harus memperhatikan apa yang akan menarik perhatian kaum muda di tahun 2021, mengingat tren saat ini cepat berubah.
Walau tren berubah pun, Samsung mengatakan bahwa jajaran Galaxy A miliknya akan terus berfokus memberdayakan anak muda dan mendukung kebutuhan membuat konten di media sosial.
Berita Terkait
-
Samsung Disebut Luncurkan Galaxy S21 pada Januari 2021
-
Tak Bekali Charger di iPhone 12, Apple Jadi Bahan Sindiran Samsung
-
Resmi Meluncur! Samsung Galaxy Tab A7, Hemat Daya dan Ramah di Kantong
-
Samsung Galaxy Watch3, Berdesain Klasik tapi Punya Fitur Canggih
-
Tidak Ada Perkembangan, Samsung Hentikan Dukungan Bixby Vision AR
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Desil Tak Sesuai? Warga Bisa Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos
-
Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh, Akademisi Soroti Rekonsiliasi yang Belum Tuntas
-
Serangan Balik Febrie Adriansyah, Minta 74 Kg Emas dan Uang Tunai Dikembalikan
-
Pemain Keturunan Indonesia Laurin Ulrich Resmi Gabung Klub Bundesliga, Bakal Main di FIFA ASEAN Cup?
-
Tak Tembus Bundaran HI, Mahasiswa UI Bubar Sambil Ancam Bakal Demo Lagi Akhir Agustus
-
Subsidi Motor Listrik Berlaku September 2026
-
Karhutla di Indragiri Hulu Capai 434 Hektare, Didominasi Gambut Ditanami Sawit
-
Pendakian Gunung Gede Ditutup hingga 31 Agustus, TNGGP Pastikan Kondisi Pascakebakaran
-
Mensesneg Ungkap Status Guru PPPK Akan Dipindah Jadi Pegawai Pusat
-
Ulasan Drama Key To The Phoenix Heart: Penuh Intrik dan Konflik Kekuasaan