Ilustrasi baterai ponsel habis total [Shutterstock]
Suara.com - Ketahanan baterai smartphone menjadi salah satu masalah perangkat seluler sejak dahulu. Perawatan baterai yang buruk bisa menyebabkan kinerja menurun sehingga pengguna menjadi lebih sering kehabisan baterai.
Menurut laman web Battery University milik perusahaan baterai Cadex, disebutkan bahwa baterai lithium-ion di smartphone sangat sensitif dan bisa "stres". Sama seperti halnya manusia, versi stres pada baterai dapat merusak masa pakai baterai ponsel dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, pengguna smartphone perlu mengetahui beberapa hal terkait umur baterai jika ingin menjaga baterai tetap awet.
Dalam siaran pers yang diterima Suara.com, berikut adalah tips merawat baterai smartphone:
- Tidak membiarkan pengecasan masih berlangsung ketika baterai sudah terisi penuh.
- Tindakan membiarkan colokan charger masih terpasang pada smartphone dapat berdampak buruk bagi baterai dalam jangka panjang.
- Banyak pengguna beranggapan bahwa mengisi baterai sebaiknya dilakukan ketika akan tidur dan dibiarkan terisi penuh 100 persen saat pagi hari. Cara ini tidak tepat karena saat baterai smartphone terisi penuh maka perangkat sesungguhnya mendapatkan daya untuk menjaganya tetap 100 persen dalam posisi charger tetap tercolok.
- Dalam kondisi baterai sudah 100 persen namun posisi masih berada di charger dan aliran listrik bekerja, baterai akan mengalami keadaan stres dan tegangan tinggi yang berpotensi mengikis bahan kimia di dalamnya sehingga mengakibatkan baterai akan cepat rusak atau bocor.
- Dalam beberapa kasus, perangkat dapat menimbulkan percikan api dan terbakar. Ini biasanya terjadi karena pengguna tidak menggunakan pengisi daya orisinil.
- Pengguna dapat melakukan pengecasan baterai sesegera mungkin ketika daya baterai menipis. Pengguna tidak perlu menunggu untuk melakukan pengisian ulang daya hingga smartphone mati total atau kapasitas baterai mencapai nol (0) persen.
- Pengisian baterai dalam kondisi kosong justru akan memakan waktu yang lebih lama dibanding saat daya masih tersisa kurang dari setengah. Idealnya, ketika indikator daya menunjukkan level sekitar 35 persen atau 40 persen, pengguna dapat langsung melakukan pengisian daya.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan
-
Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli
-
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
-
Jangan Asal Cuci! Begini Cara Merawat Sepatu Lari ala dr. Tirta Biar Tak Bau dan Lebih Awet
-
5 Rekomendasi Cushion yang Bisa di-Refill agar Lebih Hemat, Flawless Tanpa Boros
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung