Suara.com - Perusahaan teknologi asal China, Huawei, mengajukan gugatan hukum terhadap keputusan Swedia yang melarang produk Huawei dalam proyek jaringan 5G.
Dilansir bloombergquint pada Jumat (6/11/2020), Huawei menganggap bahwa pemblokiran ini akan menciptakan perdagangan monopoli bagi Ericsson AB, produsen telekomunikasi milik tuan rumah, Swedia.
Huawei sendiri telah mengajukan banding ke pengadilan di Stockholm atas keputusan Pemerintah Swedia yang memblokir produk Huawei karena dianggap berbahaya bagi keamanan nasional.
Larangan ini didasari pada penilaian polisi dan badan militer Swedia yang menganggap bahwa China akan memata-matai negara lewat pemakaian produk Huawei tadi. Dan pemblokiran sudah diterapkan sejak bulan lalu.
Selain Huawei, Pemerintah Swedia juga melarang produk asal China lain, ZTE, untuk diedarkan di pasaran.
Tuduhan memata-matai negara lewat pemakaian ini dibantah Huawei. Mereka mengatakan bahwa intelijen China tidak memiliki wewenang untuk memerintahkan perusahaan dalam memata-matai Swedia.
Lebih lanjut, Huawei menyatakan bahwa keputusan ini akan menciptakan monopoli de-facto Ericsson.
"Keputusan ini akan menjadi kesempatan bagi Nokia dan Ericsson di Swedia," demikian jelas Huawei.
Huawei menyebutkan pula pelarangan produknya itu bisa merugikan operator hingga 10 miliar kronor atau sekitar 1,157 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Tahun lalu, Huawei berhasil meraup keuntungan dari penjualan hingga 5 miliar kronor atau sekira 575 juta dolar AS.
Baca Juga: Huawei Dominasi Pasar HP di China, Apple Turun Jadi 8 Persen
Berita Terkait
-
Tantang Flagship, Kamera 200MP Jadi Senjata HUAWEI Pura 90s, Resmi di Indonesia Mulai Rp15,9 Jutaan
-
Diskon Rp2,5 Juta BRI untuk Pembelian Huawei Pura 90s Pro Max, Cek Caranya!
-
Huawei MateBook Pro S Resmi Hadir, Laptop 798 Gram dengan Layar OLED 3,1K
-
Huawei Mate XT 2 Resmi Rilis 7 September: Desain U-Shape dan Kirin 9050 Pro
-
Rekening Warga Pati yang Sempat Diblokir telah Pulih, Transaksi Kembali Normal
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
Terkini
-
Gempa M5,3 di Selatan Cilacap Dipicu Subduksi, Getaran Terasa di 4 Provinsi
-
5 Air Mawar Lokal Selain Viva dan Manfaatnya, Harga Mulai Rp10 Ribuan Saja
-
Mobil Masuk Rawa di Kotabumi, Sopirnya Ternyata Buronan Narkoba yang Paling Dicari
-
Purbaya Kritik Kebijakan Ekonomi era Jokowi, 10 Tahun Sektor Swasta Tumbuh Lambat
-
Membludak, 75 Ribu Orang Daftar Petugas Haji, Tes CAT Terpaksa Dibagi Dua Gelombang
-
PM Timor Leste Xaxana Gusmao Temui Jokowi, Disambut Lagu Bengawan Solo dan Disuguhi Onde-onde
-
Bocoran Hero Baru Mobile Legends, Dori Calon Midlaner OP
-
Drakor Mission: Mompossible Tayang 28 September, Kisahkan Dua Ibu Berbeda
-
Si Jago Merah Ngamuk di Kedoya Jakbar, 10 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Api
-
30 Ribu Lebih Penerima Bansos DIY Terindikasi Judol, OJK Bongkar Potensi Mata Rantai dengan Pinjol