Suara.com - Salah satu dari empat bulan utama Jupiter, Europa, tertutup kerak es yang tebal dan memiliki kilatan cahaya halus. Para ilmuwan di Jet Propulsion Laboratory NASA mengatakan, cahaya pada satelit alami Jupiter itu mungkin akan membuat bulan dapat bersinar dalam gelap (glow in the dark) dan itu terkait dengan komposisi bulan.
Dalam penelitian yang diterbitkan di Nature Astronomy, para ahli melakukan eksperimen laboratorium untuk melihat bagaimana es dan garam di permukaan bulan dapat berinteraksi dengan medan magnet yang kuat di Jupiter.
Mengingat medan magnet mempercepat partikel bermuatan, Europa terus-menerus dibombardir oleh elektron berenergi tinggi. Ini akan berinteraksi dengan zat kimia yang menyusun bagian luar bulan dan membuatnya bersinar.
"Kami dapat memprediksi bahwa cahaya es di malam hari ini dapat memberikan informasi tambahan tentang komposisi permukaan Europa. Bagaimana komposisi itu bervariasi dapat memberi kita petunjuk tentang apakah Europa memiliki kondisi yang cocok untuk kehidupan," kata Dr Murthy Gudipati dari Jet Propulsion Laboratory NASA, seperti dikutip IFL Science, Rabu (11/11/2020).
Penelitian menunjukkan bahwa es iradiasi yang dilapisi garam dapat bersinar. Menariknya, emisi tersebut dapat terlihat pada cahaya tampak. Tim menemukan bahwa emisi terkuat berada pada 525 nanometer, panjang gelombang cahaya hijau.
Namun, intensitas warna pancarannya tergantung pada komposisi molekul yang ditemukan di dalam es. Tidak ada kepastian apakah Europa bersinar seperti eksperimen yang dilakukan ini. Tapi jika benar, para ahli dapat menggunakannya untuk mempelajari permukaan Europa.
"Penelitian ini memiliki kepentingan yang substansial untuk karakterisasi komposisi kimia permukaan Europa dan mineralogi. Daerah gelap bisa berarti permukaan yang dominan natrium dan klorida, sedangkan daerah yang lebih terang bisa berarti permukaan dominan magnesium dan sulfat jika tidak ada es air," tulis para ilmuwan.
Sayangnya, cahaya tersebut tidak dapat dilihat oleh teleskop di Bumi. Tetapi misi Clipper Europa milik NASA mungkin dapat melihatnya.
Wahana antariksa itu diharapkan melakukan penerbangan jarak dekat berulang kali di Europa dan kamera bidang lebarnya dapat menangkap cahaya bahan kimia yang berbeda, saat terbang 50 kilometer dari permukaan bulan pada malam hari.
Baca Juga: Lebih Panas dari Seharusnya, Bulan Jupiter Diduga Punya Lautan
Misi tersebut dijadwalkan akan diluncurkan pada 2024 dan akan mencapai Jupiter antara 2027 dan 2030. Fokus misi ini secara khusus berada di Europa, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk meneliti bulan Jupiter lainnya, seperti Galilea, Io dan Ganymede.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
XLSMART Genjot Smart City Berbasis AI dan IoT, Siap Diterapkan ke Seluruh Indonesia
-
HP Murah Terbaru Harga Cuma Sejutaan, Honor Play 70C Usung Desain Mirip iPhone 16 Pro
-
QRIS Indonesia - China Resmi Meluncur, Netzme Bikin UMKM Bisa Terima Alipay dan UnionPay
-
Sempat Menghilang 10 Tahun, Ubisoft Bangkitkan Kembali Game Perang RUSE
-
Laptop AI Asus 2026 Resmi Rilis di Indonesia, Zenbook DUO Layar Ganda hingga Vivobook Copilot+ PC
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
5 HP Murah Terlaris Global Q1 2026: Samsung Galaxy A Memimpin, Redmi Bersaing
-
Cari Smartband Murah dengan AOD? Ini 5 Rekomendasi Terbaik 2026
-
Salah Satu Tablet Terkencang di Dunia, Lenovo Legion Tab Gen 5 Mulai Dipasarkan