Suara.com - Empat astronot - tiga dari AS dan satu dari Jepang - telah diluncurkan dari Florida ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Apa yang akan mereka lakukan di stasiun luar angkasa?
Kru terbang ke orbit dengan roket dan kapsul yang disediakan perusahaan SpaceX.
- Kru NASA ceritakan pengalaman kembali ke Bumi, 'rasanya seperti dipukul dengan tongkat bisbol'
- Belajar mengisolasi diri dari pengalaman para astronaut
- Astronaut mulai misi historis dalam kapal luar angkasa milik swasta dengan peluncuran SpaceX
Ini adalah yang kedua kalinya perusahaan menyediakan layanan tersebut.
Badan antariksa AS NASA mengatakan mereka tengah memasuki era baru, dengan perjalanan astronot yang rutin ke orbit rendah Bumi dilakukan oleh perusahaan komersial.
Empat orang yang menuju ke ISS adalah warga Amerika Michael Hopkins, Victor Glover, Shannon Walker, dan astronot dari badan antariksa Jepang (Jaxa) yang sangat berpengalaman, Soichi Noguchi.
Dengan berpartisipasi dalam misi ini, Noguchi menjadi orang ketiga dalam sejarah yang meninggalkan Bumi dengan tiga jenis kendaraan luar angkasa, setelah sebelumnya terbang dengan Soyuz dan pesawat ulang-alik.
Roket Falcon dan kapsul Crew Dragon meninggalkan landasan Kennedy Space Center pada pukul 19:27 waktu setempat.
Perjalanan mencapai stasiun akan memakan waktu lebih dari satu hari.
Proses docking, atau penggabungan kapsul dengan stasiun luar angkasa, dijadwalkan untuk dilakukan pada 0400 GMT (pukul 11.00 WIB) pada hari Selasa.
Baca Juga: NASA Tunda Peluncuran Astronot SpaceX Crew-1
https://twitter.com/JoeBiden/status/1328133691529375751?s=20
Ketika tiba di stasiun, tim akan bergabung dengan kosmonot NASA Kate Rubins dan kosmonaut Sergey Ryzhikov dan Sergey Kud-Sverchkov dari badan antariksa Rusia (Roscosmos).
Dengan tujuh orang di ISS, yang berada 410 km dari permukaan bumi itu, jumlah sains yang dapat dikerjakan akan berlipatganda.
SpaceX telah menandatangani kontrak dengan NASA senilai lebih dari $3 miliar untuk mengembangkan, menguji, dan menerbangkan layanan taksi astronot.
Sebagai bagian dari kerja sama ini, perusahaan itu melaksanakan misi percobaan pada bulan Mei.
Saat itu astronot Doug Hurley dan Bob Behnken dibawa ke stasiun dan kemudian kembali dengan selamat ke Bumi.
Kerja sama itu juga menyebutkan enam misi "operasional" atau misi yang rutin. Penerbangan ini adalah yang pertama.
NASA memiliki kesepakatan serupa dengan perusahaan Boeing, meskipun layanannya satu tahun di belakang SpaceX.
NASA mengatakan model kerja sama itu menghemat miliaran dolar untuk biaya pengadaan.
Mereka bermaksud melakukan efisiensi demi mendanai ambisi perjalanan ke Bulan dan Mars.
Untuk misi itu, NASA berencana menguji roket raksasa baru untuk membawa astronot kembali ke permukaan bulan.
Mereka berharap misi itu akan tercapai pada tahun 2024 atau tak lama setelahnya.
Hopkins, Glover, Walker dan Noguchi akan berada di ISS selama enam bulan.
Tepat sebelum mereka kembali ke Bumi, mereka akan bergabung dengan kru lain yang akan diluncurkan SpaceX untuk acara penyerahan singkat.
NASA menghentikan operasi pesawat ulang-alik pada tahun 2011. Setelah itu, NASA membeli kursi untuk astronotnya di pesawat Soyuz Rusia.
Opsi pembelian ini akan dihentikan karena akan ada layanan taksi baru dari Amerika.
Namun, astronot AS akan terus pergi ke stasiun dengan Soyuz dari waktu ke waktu - hanya saja transaksi uang tak akan berlanjut.
Sebagai gantinya, kosmonaut Rusia akan bisa terbang dengan kapsul Amerika.
Kru baru setidaknya akan melakukan empat perjalanan di ruang angkasa.
Salah satunya, mereka akan memasang terminal komunikasi ColKA, sebuah kontribusi signifikan dari industri di Inggris.
Alat itu dibuat oleh MDA UK dan merupakan peralatan radio yang akan memungkinkan astronot terhubung dengan ilmuwan dan keluarga mereka di bumi dengan kecepatan broadband di rumah.
ColKa akan dipasang di bagian luar modul penelitian ISS Eropa, Columbus.
Tag
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru
-
Kejagung Seret Marcella Santoso ke Kasasi, Incar Pencabutan Izin Praktik Advokat
-
Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
-
MAKI Desak Jaksa Tak Gentar Usut Dugaan Tambang Ilegal Kaltara yang Seret Nama Karuna Murdaya
-
Gegana Tak Sanggup? Ahli Nuklir UGM Turun Tangan Selidiki Api Misterius di Sleman
-
Misteri Belasan Luka Tusuk Balita di Bekasi Terungkap, Paman Sendiri Jadi Tersangka
-
Bawa Bukti ke Kejagung, PT PMM Bantah Tuduhan Penyelundupan: Itu Fitnah, Kasum TNI Salah Info
-
Sahroni Geram WNA Brunei Bikin Onar di Blok M: Segerakan Deportasi dan Blacklist