Suara.com - Tim ilmuwan dari Universitas Oxford berhasil mengembangkan vaksin virus Corona (Covid-19) dengan efektivitas 90 persen. Lebih dari 24.000 sukarelawan terlibat dalam uji coba Tahap 3 vaksin Oxford di Inggris dan Brasil, di mana setengah di antaranya diberi vaksin dan sisanya diberi suntikan palsu.
Vaksin Oxford merupakan virus flu biasa yang direkayasa secara genetik dan digunakan untuk menginfeksi simpanse. Itu telah dimodifikasi untuk membuatnya lemah sehingga tidak menyebabkan penyakit pada manusia dan sarat dengan gen untuk protein lonjakan virus Corona, yang digunakan Covid-19 untuk menyerang sel manusia.
Di balik pengembangan vaksin yang sukses tersebut, terdapat lima kepala yang berjuang. Dilansir dari Dailymail, Selasa (24/11/2020), berikut ini lima ilmuwan yang mengembangkan vaksin Oxford:
1. Profesor Katie Ewer
Katie Ewer tidak pernah menyerah pada impiannya untuk berkarir di bidang biologi, meskipun tidak dapat mencapai nilai sekolah kedokteran.
Ewer mengambil mikrobiologi sebagai gantinya dan meskipun membenci bidang imunologi selama studinya, ia menyukai bidang penyakit menular.
Setelah menyelesaikan gelar PhD dalam bidang tersebut, Ewer bergabung dengan Jenner Institute di Universitas Oxford, tempat dia menghabiskan 13 tahun terakhir untuk mengerjakan vaksin malaria.
Ewer sekarang menjadi ilmuwan senior di Jenner Institute yang mengembangkan vaksin dan melakukan uji klinis untuk penyakit termasuk malaria, tuberkulosis, dan ebola.
Meski begitu, Ewer tidak menyangkal bahwa pekerjaan mengembangkan vaksin membuatnya stress. Namun ia mencoba untuk tidak terlalu memikirkannya dengan cara berhenti menggunakan media sosial,
Baca Juga: Gunakan Metode Tradisional, Begini Cara Kerja Vaksin AstraZeneca
2. Sarah Gilbert
Sarah Gilbert adalah ahli vaksinasi Inggris dan Profesor Vaksinologi di Universitas Oxford. Gilbert memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun di bidangnya dan sebelumnya memimpin pengembangan serta pengujian vaksin flu universal, yang menjalani uji klinis pada 2011. Ia tidak hanya sibuk bekerja sebagai ilmuwan, namun juga merupakan ibu rumah tangga dari anak kembar tiga.
Lahir pada April 1962, Gilbert bersekolah di Kettering High School, sebelum kuliah di University of East Anglia, tempat ia belajar ilmu biologi dan kemudian kuliah di University of Hull untuk mendapatkan gelar doktornya.
Gilbert mengambil peran di Gloucestershire, Nottinghamshire, dan Leicestershire sebelum bergabung dengan laboratorium milik Adrian Hill, seorang ahli vaksinasi Irlandia, di mana ia melakukan penelitian tentang malaria. Keduanya kemudian terlibat dalam perusahaan bioteknologi spin-off Universitas Oxford, Vaccitech.
Dia diangkat menjadi Profesor di Jenner Trust yang berbasis di Oxford pada tahun 2010 dan mulai mengerjakan penelitian untuk vaksin flu universal, yang menjalani uji klinis pada 2011.
Penelitiannya pada lelaki berusia 58 tahun pada vaksin Covid-19 kali ini telah membuatnya mendapatkan tempat di 'Science Power List' versi The Times pada Mei 2020.
Berita Terkait
-
BPOM: Uji Klinis Vaksin Sinovac Selesai, Alhamdulillah Aspek Keamanan Baik
-
Bill Gates Yakin Hampir Semua Vaksin Covid-19 akan Manjur dan Efektif
-
Menggemaskan tapi Beracun, Ilmuwan Temukan Tikus Berukuran Kelinci
-
AS Siap Jalani Vaksinasi Covid-19, Berharap Herd Immunity di Mei 2021
-
BPOM Pastikan Vaksin Aman, Khasiat dan Mutu Sesuai Standar Sebelum Edar
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 April 2026: Klaim Skin AUG Beast, Mythos Fist, dan Tiket
-
Ancaman Baru di iPhone! Exploit Coruna Disebut Evolusi Spyware Triangulation, Targetkan iOS Terbaru
-
5 Fakta Lonjakan Trafik Data Lebaran 2026 XLSMART, WhatsApp Naik 64%
-
HP Flagship Oppo Anyar Segera Rilis Bulan Ini, Bawa Dua Kamera 200 MP
-
6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
-
6 HP Warna Oranye Mirip iPhone 17 Pro yang Stylish dan Lebih Terjangkau
-
Redmi Note 15 SE Debut 2 April 2026: Harga Diprediksi Lebih Murah, Usung Baterai Jumbo
-
Peningkatan Harga PS5 Bikin Gamer Panik, Stok Konsol Menipis
-
Bocoran Realme C100 5G dan C100i 4G! Layar 144Hz dan Baterai 7.000mAh Siap Guncang HP Murah
-
Nuon Siap Kuasai Pasar 175 Juta Gamer dengan Ekosistem Digital Terintegrasi