Suara.com - Para ilmuwan di badan antariksa Amerika Serikat memastikan bahwa sebuah objek di luar angkasa yang tadinya dikira sebuah asteroid adalah roket rusak yang selama 54 tahun menghilang di belantara antariksa.
Seperti diwartakan Associated Press, Rabu (3/12/2020), para astronom di Hawaii, Amerika Serikat berhasi memastikan identitas roket bekas tersebut menggunakan sebuah teleskop inframerah.
Ketika pertama kali terdeteksi pada September kemarin, objek misterius itu langsung digolongkan sebagai asteroid. Ia dinamai Asteroid 2020 OS, demikian diwartakan CNet.
Tetapi pakar asteroid kenamaan NASA, Paul Chodas dengan cepat menduga bahwa objek itu bukan asteroid melainkan roket Centaur dari misi Surveyor 2 yang diluncurkan ke Bulan pada 1966. Tapi misi itu gagal mencapai tujuan karena NASA kehilangan kendali atas roket tersebut jelang pendaratan di Bulan.
Menurut analisis Chodas, ukuran dari objek tersebut sangat mirip dengan ukuran roket Centaur yang sudah hilang selama 66 tahun. Meski demikian para ilmuwan belum menemukan penjelasan mengapa ia bisa kembali lagi ke dekat Bumi setelah hilang selama puluhan tahun.
"Berita hari ini sungguh memuaskan. Teka-teki ini dipecahkan oleh hasil kerja tim," kata Chodas.
Bangkai roket itu memasuki orbit Bumi pada November dan kemarin (2/12/2020) ia mencapai titik terdekat dengan Bumi, dengan jarak sekitar 50.476 kilometer. Ia mengelilingi Bumi sampai Maret dan akan kembali berkelana di tata surya kita.
Diperkirakan bangkai roket Centaur itu akan kembali menghampiri Bumi pada 2036 mendatang.
Baca Juga: Roket SpaceX Terbangkan 4 Astronot ke Luar Angkasa
Berita Terkait
-
Benda Diduga Roket atau Rudal Ditemukan di Sungai Blitar, Tim Jibom Turun Tangan
-
Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan
-
Siap-Siap! Perunggu hingga Kelompok Penerbang Roket Bakal Guncang Depok di The Popstival Vol. 2
-
Benarkah Internet Kita Menyumbang Jejak Karbon Tertinggi di Luar Angkasa?
-
Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
3 Zodiak Paling Beruntung 17-23 Agustus 2026, Rezeki dan Asmara Lancar
-
Gempa NTT Tewaskan 38 Orang, Rumah hingga Bandara dan Pelabuhan Rusak
-
Hempas Kerutan Dahi Tanpa Botox! Spesialis Akupuntur Bongkar Teknik Pijat agar Wajah Awet Muda
-
Merayakan Kemerdekaan dengan Cara Baru, dari Lomba Panjat Pinang hingga Menjelajahi Indonesia
-
Ketua DPRD dan Sekda Kuansing Dicecar KPK Soal Pengembalian Amplop Raja Juli
-
Gara-gara Tuduhan Curi Sawit, Nyawa Satpam Way Kanan Melayang di Tangan Tetangga
-
Apa Arti Weton Tibo Loro dalam Rezeki dan Jodoh?
-
Memburu Harta Karun di Perut Bumi Lampung: Misi Survei Gerbera Siap Ungkap Potensi Migas Raksasa
-
Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les
-
Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi