News / Internasional
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB
ILUSTRASI asteroid (Pixabay)
Baca 10 detik
  • Asteroid 2026 JH2 akan melintas dalam jarak 56.000 mil dari Bumi pada hari Senin.

  • Meski jaraknya lebih dekat daripada Bulan, NASA memastikan tidak ada risiko tabrakan sama sekali.

  • Objek seukuran gedung ini diklasifikasikan sebagai asteroid kelas Apollo yang baru ditemukan astronom.

Suara.com - Objek luar angkasa asteroid 2026 JH2 dipastikan akan melintasi orbit Bumi dalam jarak yang sangat dekat pada hari Senin mendatang. Meskipun jaraknya jauh lebih sempit dibandingkan rentang antara Bumi dan Bulan, para ahli menjamin keamanan planet kita sepenuhnya.

Fenomena ini menjadi sorotan karena jarak perlintasannya hanya berkisar pada angka 56.000 mil atau sekitar 90.000 kilometer saja. Data terbaru menunjukkan bahwa meski sangat dekat, tidak ada indikasi teknis yang mengarah pada tabrakan dengan permukaan Bumi.

Dikutip dari ABCnews, kecepatan deteksi objek ini tergolong luar biasa karena baru ditemukan beberapa hari lalu oleh lima observatorium internasional berbeda. Lokasi pemantauan mencakup Observatorium Farpoint di Kansas serta Observatorium Mount Lemmon yang berada di pegunungan Arizona.

ilustrasi asteroid (dok. NASA)

Berdasarkan estimasi dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, ukuran asteroid ini diperkirakan mencapai diameter antara 50 hingga 100 kaki. Angka dimensi ini diperoleh ilmuwan melalui analisis tingkat kecerahan objek serta daya pantul cahaya yang dihasilkan permukaannya.

Sejauh ini, tim astronom masih terus bekerja keras untuk mendalami karakteristik fisik serta detail orbit dari asteroid 2026 JH2. Hingga laporan ini diturunkan, objek tersebut baru terlacak sebanyak 24 kali dalam kurun waktu pemantauan selama beberapa hari terakhir.

Walaupun perhitungan lintasan masih dalam tahap penyempurnaan, risiko benturan keras dengan atmosfer maupun daratan Bumi dinyatakan nol. Secara klasifikasi astronomi, asteroid 2026 JH2 termasuk ke dalam kelompok objek dekat Bumi dengan kategori kelas Apollo.

Ilustrasi Asteroid. (Pixabay)

"Asteroid-asteroid ini memiliki orbit yang lebih besar dari orbit Bumi mengelilingi Matahari dan jalur mereka memotong orbit Bumi," menurut NASA.

Publik yang tertarik mengamati fenomena langka ini dapat menyaksikannya melalui siaran langsung yang disediakan oleh Virtual Telescope Project.

Sesi pengamatan digital tersebut dijadwalkan akan dimulai secara daring pada hari Senin pukul 17.45 waktu bagian timur (ET). Hal ini memberikan kesempatan bagi warga dunia untuk melihat pergerakan asteroid tanpa perlu merasa khawatir akan dampak destruktif.

Baca Juga: 1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

Sebagai latar belakang, asteroid kelas Apollo memang dikenal sering kali memotong orbit Bumi dalam perjalanan periodiknya mengelilingi pusat tata surya. Penemuan 2026 JH2 menambah daftar panjang batuan angkasa yang dipantau ketat demi menjaga keamanan sistem pertahanan planet.

Identifikasi dini oleh jaringan observatorium global terbukti efektif dalam memetakan potensi bahaya yang mungkin muncul dari benda langit asing. Dengan jarak lintasan yang sangat dekat, asteroid ini menjadi subjek penelitian yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu astronomi modern.

Load More