-
Asteroid 2026 JH2 akan melintas dalam jarak 56.000 mil dari Bumi pada hari Senin.
-
Meski jaraknya lebih dekat daripada Bulan, NASA memastikan tidak ada risiko tabrakan sama sekali.
-
Objek seukuran gedung ini diklasifikasikan sebagai asteroid kelas Apollo yang baru ditemukan astronom.
Suara.com - Objek luar angkasa asteroid 2026 JH2 dipastikan akan melintasi orbit Bumi dalam jarak yang sangat dekat pada hari Senin mendatang. Meskipun jaraknya jauh lebih sempit dibandingkan rentang antara Bumi dan Bulan, para ahli menjamin keamanan planet kita sepenuhnya.
Fenomena ini menjadi sorotan karena jarak perlintasannya hanya berkisar pada angka 56.000 mil atau sekitar 90.000 kilometer saja. Data terbaru menunjukkan bahwa meski sangat dekat, tidak ada indikasi teknis yang mengarah pada tabrakan dengan permukaan Bumi.
Dikutip dari ABCnews, kecepatan deteksi objek ini tergolong luar biasa karena baru ditemukan beberapa hari lalu oleh lima observatorium internasional berbeda. Lokasi pemantauan mencakup Observatorium Farpoint di Kansas serta Observatorium Mount Lemmon yang berada di pegunungan Arizona.
Berdasarkan estimasi dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, ukuran asteroid ini diperkirakan mencapai diameter antara 50 hingga 100 kaki. Angka dimensi ini diperoleh ilmuwan melalui analisis tingkat kecerahan objek serta daya pantul cahaya yang dihasilkan permukaannya.
Sejauh ini, tim astronom masih terus bekerja keras untuk mendalami karakteristik fisik serta detail orbit dari asteroid 2026 JH2. Hingga laporan ini diturunkan, objek tersebut baru terlacak sebanyak 24 kali dalam kurun waktu pemantauan selama beberapa hari terakhir.
Walaupun perhitungan lintasan masih dalam tahap penyempurnaan, risiko benturan keras dengan atmosfer maupun daratan Bumi dinyatakan nol. Secara klasifikasi astronomi, asteroid 2026 JH2 termasuk ke dalam kelompok objek dekat Bumi dengan kategori kelas Apollo.
"Asteroid-asteroid ini memiliki orbit yang lebih besar dari orbit Bumi mengelilingi Matahari dan jalur mereka memotong orbit Bumi," menurut NASA.
Publik yang tertarik mengamati fenomena langka ini dapat menyaksikannya melalui siaran langsung yang disediakan oleh Virtual Telescope Project.
Sesi pengamatan digital tersebut dijadwalkan akan dimulai secara daring pada hari Senin pukul 17.45 waktu bagian timur (ET). Hal ini memberikan kesempatan bagi warga dunia untuk melihat pergerakan asteroid tanpa perlu merasa khawatir akan dampak destruktif.
Baca Juga: 1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026
Sebagai latar belakang, asteroid kelas Apollo memang dikenal sering kali memotong orbit Bumi dalam perjalanan periodiknya mengelilingi pusat tata surya. Penemuan 2026 JH2 menambah daftar panjang batuan angkasa yang dipantau ketat demi menjaga keamanan sistem pertahanan planet.
Identifikasi dini oleh jaringan observatorium global terbukti efektif dalam memetakan potensi bahaya yang mungkin muncul dari benda langit asing. Dengan jarak lintasan yang sangat dekat, asteroid ini menjadi subjek penelitian yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu astronomi modern.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan
-
Buang Sampah ke TPS Liar Nagrak, 4 Perusahaan Terancam Sanksi Lebih Berat
-
Kemendagri Ajak Pemda Optimalkan Program MBG untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan
-
Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya