Suara.com - Para raksasa teknologi akan memanfaatkan Consumer Electronics Show 2021 (CES 2021) untuk memamerkan produk teranyar mereka. Menjelang CES 2021, Samsung Display telah mengungkapkan bahwa mereka akan mengenalkan layar OLED dengan teknologi terbaru.
Sebagai informasi, CES 2021 akan digelar pada 11-14 Januari mendatang. Mengingat masih dalam situasi pandemi, acara tersebut akan dilaksanakan secara virtual.
Melalui teaser baru Samsung display mencoba memamerkan layar OLED anyar yang akan dibenamkan pada jajaran laptop 2021.
Perusahaan mengawali teaser dengan menonjolkan kata "Super Image Quality". Dikutip dari Gizmochina, Samsung diharapkan mengenalkan hingga 10 layar pada CES 2021.
Teaser mengungkapkan bahwa layar OLED Samsung ini diklaim menampakkan tampilan warna yang lebih alami.
Beberapa hal yang disinggung adalah Ultrapure Red, Ultrapure Green, dan Ultrapure Blue. Ultrapure RGB milik Samsung diklaim lebih baik jika dibandingkan layar OLED konvensional.
Melalui teknologi anyar dari Samsung, perusahaan menyiratkan bahwa keterbacaan layar di bawah sinar Matahari akan lebih jelas.
Kombinasi Brightness x Chroma mungkin merupakan algoritma yang akan meningkatkan kualitas layar. Layar OLED juga mencakup 120 persen dari DCI-P3 color gamut.
Perusahaan menjelaskan bahwa itu merupakan peningkatan 46 persen dibandingkan layar konvensional.
Baca Juga: Nantikan Samsung Galaxy S21 di Indonesia, Launching 14 Januari 2021
Seolah itu belum cukup, perusahaan mengklaim teknologi layar akan memiliki warna hitam yang lebih pekat bahkan saat diuji pada 0.0005 nit, rasio kontras > 1.000.000:1, 85 persen true HDR coverage dan masih banyak lagi.
Jika nanti tersedia untuk produksi massal, Samsung Display bisa memelopori teknologi layar laptop anyar, seperti yang pernah mereka lakukan pada smartphone dan panel smart TV.
Dari 10 layar yang akan dikenalkan, ukurannya bervariasi dari 13,3 inci hingga 16 inci. Produk komersial diharapkan akan tersedia pada akhir tahun 2021. Layar OLED tersebut kabarnya tidak eksklusif untuk Samsung sehingga produk lain seperti Asus, Dell, HP , dan Lenovo bisa membenamkan teknologi itu pada laptop mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Gojek dan Grab Terapkan Kebijakan Baru Mulai 1 Juli 2026
-
HP Vivo Rp1 Jutaan Seri Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik untuk Multitasking Stabil
-
7 Laptop dengan Baterai Paling Awet, Tetap Produktif saat Mati Listrik
-
Microchip: Tren Migrasi Teknologi Menuju Edge AI Mulai Saingi Dominasi Cloud
-
Lenovo ThinkPad Siap Tempur di Lapangan dan Dunia Digital, Tahan Ekstrem hingga Serangan Siber
-
Musisi Global Siap Buka Kompetisi Esports World Cup 2026 di Paris
-
Kolaborasi Ini Siapkan Teknologi Intel 14A untuk Chip AI, HPC, dan Smartphone Generasi Baru
-
4 HP Baterai 7000 mAh di Bawah Rp3 Juta: Performa Mantap, Anti Lowbat Seharian
-
Meta Glasses Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp5 Jutaan, Siap Tantang Pasar Kacamata AI
-
AI Agents Diprediksi Bernilai 450 Miliar Dolar AS, Drife Perkuat Adopsi Agentic Automation