Suara.com - Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai rencana merger dua startup berstatus decacorn dan unicorn yaitu Gojek dan Tokopedia tidak akan menciptakan monopoli di pasar digital Indonesia.
Piter menyatakan merger antara Gojek dan Tokopedia merupakan langkah strategis dan taktis karena aksi ini dilakukan oleh dua entitas bisnis yang memiliki segmen usaha berbeda. Gojek berfokus pada bisnis ride-hailing sedangkan Tokopedia mengoptimalkan pasar e-commerce.
"Merger itu (Gojek-Tokopedia) jika terwujud tidak akan menciptakan monopoli. Mereka berada disegmen bisnis yang berbeda. Justru ini akan saling melengkapi dan itu strategi yang sangat taktis dalam menghadapi pandemi ini,” kata Piter dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (5/1/2021).
Tak hanya itu, Piter mengatakan hadirnya perusahaan baru hasil merger ini tidak akan menciptakan barrier to entry yang tinggi bagi potensi masuknya pemain baru baik yang akan menggarap ceruk pasar baru atau berkompetisi di bidang sama dengan perusahaan hasil gabungan Gojek dan Tokopedia.
Ia menjelaskan dalam bisnis berbasis digital seperti Gojek dan Tokopedia barrier to entry yang biasanya membayangi setiap aksi merger perusahaan itu kelihatannya relatif rendah.
Menurutnya, meskipun mereka akan menjadi market leader dan memiliki market share yang cukup besar namun hal tersebut tidak akan memicu persaingan tidak sehat.
"Sekarang saja meskipun keduanya sudah besar kita masih bisa melihat adanya pemain sejenis yang menggarap segmen tertentu,” ujarnya.
Piter optimis bahwa aksi merger dua start up ini akan mampu membawa banyak manfaat terutama bagi pertumbuhan UMKM dan pasar digital Indonesia.
Hal tersebut didukung oleh fakta bahwa kedua perusahaan yang memiliki valuasi masing-masing 10,5 miliar dolar AS dan 7,5 miliar dolar AS itu selama ini selalu mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai lini bisnis yang dioperasikannya. [Antara]
Baca Juga: Gojek dan Tokopedia Dikabarkan Akan Merger
Tag
Berita Terkait
-
Beli Lokal Bikin UMKM Naik Kelas, Penjualan Melompat 51%
-
GoTo Terancam Terdepak dari Indeks MSCI, Saham Mentok Rp50
-
Driver Ojol Bingung Soal Status UMKM: Kalau Cuma Buat Pinjam Uang, Sudah Ada Gopay!
-
Shopee - Tokopedia Tunda Pungut PPh 22, Uang Seller Dikembalikan Mulai 14 Agustus
-
Bagaimana Discovery Commerce TikTok Shop Jadi Senjata Baru Brand Fashion Lokal
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Arab Saudi Cari Jalur Ekspor Minyak Baru, Masa Depan Selat Hormuz Makin Suram karena Perang
-
3 Zodiak yang Diprediksi Sukses Finansial 14 Agustus 2026, Rezeki Makin Lancar
-
4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi
-
Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan