Sejumlah kecil ponsel yang disalahgunakan tidak dapat dijual karena berisi komponen palsu, dan akan secara diam-diam dikembalikan ke inventaris Pegatron.
Antara 31 Jan 2018 dan Mei 2019, pasangan tersebut menyalahgunakan 25.051 iPhone rusak dari Pegatron.
Perusahaan menderita kerugian 6.799.790 dolar Singapura, dengan Ng mendapat untung 3.115.482 dolar Singapura.
Dia menggunakan 71.750 dolar Singapura dari hasil untuk menempatkan deposit pembelian unit condominum di Tampines, pelanggaran di bawah Undang-Undang Korupsi, Perdagangan Narkoba dan Kejahatan Serius Lainnya (Penyitaan Manfaat).
Dia juga menggunakan keuntungannya untuk pengeluaran pribadinya, seperti membayar hutang dan mendirikan bisnis toko perlengkapan bernama 24 Jam.
Pelanggaran terungkap ketika tiga auditor dari tim kepatuhan dan keamanan Apple melakukan audit mendadak pada Pegatron pada Mei 2019 dan menemukan bahwa ada iPhone yang tidak ditemukan.
Pegatron mengajukan laporan polisi pada 24 Mei 2019, dan Ng serta Lim ditangkap.
Polisi menyita ribuan dolar dari rekening bank Ng dan membekukan sekitar 33.000 dolar Singapura di rekening perusahaan milik 24 Jam, serta deposito 71.750 dolar Singapura, yang dipegang oleh pengembang properti.
Baca Juga: Apple iPhone SE 2021 Diprediksi Hadir pada Pertengahan 2021
Berita Terkait
-
Paten Baru, Apple Ajukan MacBook yang Berfungsi Sebagai Charger Nirkabel
-
Gahar! Jatuh Dari Pesawat, iPhone Milik Pria Ini Masih Bisa Digunakan
-
Jajaran iPhone 12 Sukses Besar, Kecuali iPhone 12 Mini
-
Dear Pendaftar Bintang Suara, Begini Cara Rekam Suara lewat Aplikasi
-
Waduh! Puluhan Toko Apple Kembali Ditutup
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Disorot Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus
-
Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik
-
PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur
-
Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai
-
Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang