Suara.com - Apple selalu mengklaim menjadi perusahaan yang mengutamakan privasi data pelanggannya. CEO Apple, Tim Cook, mengecam mereka yang mencari keuntungan dari data pribadi.
Dia memperingatkan dengan penyebaran informasi yang salah dan merupakan ancaman kuat bagi masyarakat. Secara virtual dalam Konferensi Perlindungan Privasi & Data, kepala eksekutif Apple mengatakan, permintaan keuntungan atau waktu layar dalam sektor teknologi, terlepas dari konsekuensinya, menyebabkan kerusakan nyata.
Pernyataan Tim Cook datang pada Hari Privasi Data dan setelah Apple mengumumkan alat transparansi privasi baru yang akan diluncurkan pada musim semi.
Atuan ini akan memungkinkan orang untuk memblokir aplikasi yang ingin melacaknya secara online.
Meskipun Tim Cook tidak menyebut nama Facebook, kritik tersirat dalam kata-katanya sulit untuk dilewatkan.
"Faktanya adalah bahwa ekosistem perusahaan dan pialang data yang saling berhubungan, pemasok berita palsu dan penjaja divisi, pelacak dan penjaja yang hanya ingin menghasilkan uang dengan cepat, lebih hadir dalam hidup kita daripada sebelumnya," kata bos Apple dilansir laman Metro.co.uk, Senin (1/2/2021).
Dia menambahkan, tidak pernah begitu jelas bagaimana hal itu menurunkan hak dasar atas privasi dan tatanan sosial sebagai konsekuensinya.
"Jika kita menerima seperti biasa dan tidak dapat dihindari bahwa segala sesuatu dalam hidup kita dapat dikumpulkan dan dijual, maka kita kehilangan lebih dari sekadar data. Kami kehilangan kebebasan untuk menjadi manusia," tegas Tim Cook.
Tim Cook mengatakan, keinginan untuk membeli dan menjual data ini menciptakan masalah di tempat lain di masyarakat.
Baca Juga: Konsep Render iPhone SE 3 Terungkap, Ini Prediksi Spesifikasinya
Menurutnya, kebangkitan bisnis yang terbuka untuk pengguna yang menyesatkan dapat dikaitkan dengan masalah yang lebih luas, termasuk teori konspirasi dan akhirnya kekerasan yang terjadi setelah kejadian tersebut.
"Jika bisnis dibangun di atas pengguna yang menyesatkan, eksploitasi data, pada pilihan yang tidak ada pilihan sama sekali, maka itu tidak pantas kami puji. Itu membutuhkan reformasi," katanya.
Pada saat disinformasi merajalela dan teori konspirasi yang dibuat oleh algoritme, dia menambahkan, Apple tidak dapat lagi menutup mata terhadap teori teknologi yang mengatakan bahwa semua keterlibatan adalah keterlibatan yang baik dan semuanya dengan tujuan mengumpulkan data sebanyak mungkin.
Tim Cook juga menggunakan pidatonya untuk memuji pengenalan Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) di Eropa dan mengatakan penerapan dan penegakannya harus terus berlanjut, sementara juga menyerukan undang-undang privasi komprehensif di AS dan seluruh dunia.
Sebelumnya pada Kamis lalu, Apple mengonfirmasi alat App Tracking Transparency (ATT) barunya akan diluncurkan kepada pengguna pada musim semi, memungkinkan mereka melihat aplikasi mana yang meminta izin untuk melacak data mereka dan memblokir mereka jika mereka mau.
"Saat ini, pengguna mungkin tidak tahu apakah aplikasi yang mereka gunakan untuk menghabiskan waktu, untuk check-in dengan teman-teman mereka, atau untuk menemukan tempat makan, mungkin sebenarnya menyampaikan informasi tentang foto yang mereka ambil, orang-orang dalam daftar kontak mereka, atau data lokasi yang mencerminkan tempat mereka makan, tidur atau berdoa," kata Tim Cook.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Realme Neo 8 Meluncur Pekan Depan: Bawa RAM 16 GB, Zoom 120X, dan Chip Kencang
-
Cara Kompres Video di CapCut Terbaru, Kecilkan Ukuran File Tanpa Mengurangi Kualitas
-
5 Rekomendasi Smartwatch Pengukur Detak Jantung untuk Orang Tua
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Red Magic 11 Air: Benarkah Hanya Jiplak Konsep iPhone Air atau Justru Monster Gaming yang Menyamar?
-
55 Kode Redeem FF Terbaru 10 Januari 2026, Klaim M249 dan Bundle HRK Uniform Gratis
-
Terpopuler: Sikap Komdigi ke Fitur Grok X, Rekomendasi HP 1 Jutaan Memori Internal 256 GB
-
28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
-
Cara Mengecek HP Disadap atau Tidak, Lakukan Pemeriksaan Ini
-
2026 Siap Ganti HP? Ini 5 HP Terbaru Harga Rp2 Jutaan, Layar AMOLED Baterai Jumbo