Suara.com - Para peneliti di Israel menemukan potongan-potongan kain diwarnai dengan pigmen ungu kuno berusia 3.000 tahun, yang diyakini dipakai oleh orang-orang seperti Raja Daud atau Raja Sulaiman.
Diterbitkan dalam jurnal PLOS One, para ilmuwan menjelaskan penemuan tiga sampel kain ungu di situs peleburan tembaga Zaman Besi, yang masing-masing diwarnai dengan pewarna yang terbuat dari moluska Mediterania.
Penggunaan pigmen semacam itu pernah disinggung oleh beberapa teks agama, namun hingga saat ini satu-satunya bukti langsung keberadaannya berasal dari keramik bernoda dna tumpukan cangkang moluska yang dibuang.
"Ini adalah potongan pertama dari tekstil yang pernah ditemukan dari zaman Daud dan Sulaiman yang diwarnai dengan pewarna ungu," kata Dr Naama Sukenik, penulis penelitian ini, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (2/2/2021).
Para arkeolog menemukan tekstil langka tersebut saat menggali situs bernama Slaves’ Hill yang terletak di Lembah Timna, Israel selatan.
Menurut Dr Sukenik, pada zaman kuno, pakaian ungu dikaitkan dengan bangsawan, pendeta, dan kerajaan.
Warna ungu yang tidak pudar dan tingkat kesulitan dalam memproduksi warna tersebut dapat dihasilkan dalam jumlah kecil di tubuh moluska, menjadikan pewarna ungu bernilai tinggi dan seringkali harganya lebih mahal daripada emas.
Penanggalan radiokarbon mengonfirmasi bahwa fragmen tersebut berusia 3.000 tahun. Terdiri dari sepotong kain tenun, rumbai, dan gumpalan serat wol, sampel-sampel itu sangat cocok dengan kerajaan Daud dan Sulaiman seperti yang tertera pada Al-kitab.
Menurut teks penulis Romawi Pliny the Elder, diketahui bahwa pewarna ungu dihasilkan dari pigmen yang ditemukan pada tiga spesies siput laut yang berbeda, yaitu Banded Dye-Murex (Hexaplex trunculus), Spiny Dye-Murex (Bolinus brandaris), dan Red-Mouthed Rock-Shell (Stramonita haemastoma).
Baca Juga: Bukan Fosfin, Temuan Gas Awan Venus Disebut Sulfur Dioksida
Menggunakan teknik kromatografi cair tekanan tinggi, para peneliti dapat memastikan bahwa kain yang diwarnai memang mengandung pigmen dari moluska, menunjukkan bahwa warna tersebut adalah warna "ungu kerajaan" asli.
Menariknya, tidak ada spesies siput laut yang menjadi bahan pembuatan pewarna ditemukan di Laut Merah, yang berbatasan dengan Israel.
Sebaliknya, hewan itu menghuni perairan Mediterania dan kehadiran pewarna ungu di Timur Tengah menandakan adanya jalur perdagangan yang mapan di seluruh kawasan.
Mengingat pigmen hanya muncul dalam jumlah kecil pada siput laut, diperlukan tangkapan siput laut yang banyak untuk menghasilkan warna ungu.
Selain itu, dengan menggabungkan tiga spesies berbeda dan mengendalikan paparan cahaya selama proses produksi, pembuat tekstil juga dapat mengubah rona pewarna dengan menghasilkan warna merah atau biru.
Berita Terkait
-
Berusia 480 Juta Tahun, Ilmuwan Temukan Fosil Nenek Moyang Bintang Laut
-
Sst... Ada 300 Spesies Bakteri Baru Hidup pada Suhu Tak Biasa
-
Penting! Perhatikan 15 Gejala Virus Corona, Termasuk Covid Tongue
-
Ilmuwan: Setengah Penderita Covid-19 Rentan dengan Varian Virus Afrika
-
Ilmuwan Temukan Spesies Baru Kelelawar
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
OPPO Find X9s vs iPhone 17 Pro: Saat Flagship Compact Paling Affordable Menantang iPhone
-
TikTok Buka Suara soal Isu PHK Tokopedia, Benarkan Restrukturisasi Divisi R&D
-
Marvel Blade Batal, Microsoft Dirumorkan PHK Ribuan Karyawan Xbox
-
Update Harga iPhone Juli 2026, Seri Apa Saja yang Naik?
-
Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG
-
Gigabyte Resmi Rilis AORUS GeForce RTX 5080 INFINITY dan INFINITY WOOD, Punya Desain Premium
-
7 Rekomendasi HP Murah Rp 1 Jutaan, Solusi Produktivitas Basic hingga Driver Ojek Online
-
GrabUnlimited Gandeng NPD, Member Kini Bisa Nikmati Pengalaman Eksklusif di Luar Diskon
-
ITSEC Asia Investasi AI Rp11 Miliar, Bidik Pertumbuhan Bisnis Software hingga 2031