Suara.com - Pandemi virus Corona (Covid-19) memaksa masyarakat mengurangi kontak fisik dan hal itu telah mendorong pergeseran gaya hidup menjadi serba non-tunai.
Ekosistem Gojek sendiri, ada tiga jenis transaksi secara digital yang paling banyak dilakukan selama 2020.
Ketiga pengeluaran tersebut mencakup 97 persen transaksi digital untuk layanan antar makanan online, 76 persen transaksi digital untuk jasa pengiriman barang online, dan 75 persen transaksi digital untuk jasa transportasi online.
Berdasarkan besarnya persentase tersebut, maka industri kuliner menjadi salah satu upaya yang dilakukan pelaku UMKM di Indonesia untuk bertahan di tengah pandemi.
Menurut data dari Midtrans yang dibagikan Novi Tandjung selaku Head of Merchant Platform Business Gojek, terdapat empat pembayaran non-tunai yang paling berkembang di tahun 2020.
"Empat metode pembayaran non-tunai yang paling berkembang di tahun 2020 adalah transfer bank, cicilan tanpa kartu, QRIS, dan GoPay," kata Novi dalam acara virtual Kilas Balik 2020 dan Tren Usaha 2021 Gojek, Selasa (9/2/2021).
Adapun untuk persentase dari masing-masing pembayaran non-tunai, transfer bank lebih dari 349 persen, cicilan tanpa kartu kredit lebih dari 290 persen, QRIS lebih dari 160 persen, dan GoPay 97 persen.
Melihat tren ini, para pelaku UMKM dapat menambah opsi metode pembayaran untuk usaha agar dapat semakin bersaing di pasaran.
Baca Juga: Prediksi Gojek, 2025 Transaksi Online Akan Meningkat 3,5 Kali Lipat
Berita Terkait
-
Startup Akuakultur eFishery Tunjuk Mantan Bos GoPay Jadi Komisaris
-
GoPay Fokus Tingkatkan Layanan Fintech di Dalam dan Luar Ekosistem Gojek
-
Merger Gojek Tokopedia Ciptakan Efisiensi Ekonomi Digital dan Membantu UMKM
-
Grab Ingin Jual Saham di AS Tahun Ini
-
Merger Tokopedia - Gojek, Ini Untung dan Ruginya untuk Konsumen
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif