Suara.com - Huawei mengajukan gugatan ke pengadilan Amerika Serikat untuk membatalkan penetapan Federal Communications Commission (FCC), di mana Huawei dituduh sebagai ancaman keamanan nasional.
Perusahaan telekomunikasi asal China tersebut berpendapat bahwa keputusan FCC pada Desember 2020 lalu telah melampaui otoritas hukum.
"Hal ini berpotensi memengaruhi kepentingan keuangan industri telekomunikasi secara keseluruhan," kata Huawei, dikutip dari The Verge, Kamis (11/2/2021).
Setelah Trump lengser, tampaknya FCC masih belum mengubah ketetapan tersebut. FCC pemerintahan Biden menegaskan bahwa mereka tetap mendukung keputusan tersebut.
“Tahun lalu FCC mengeluarkan keputusan akhir yang mengidentifikasi Huawei sebagai ancaman keamanan nasional berdasarkan bukti substansial yang dikembangkan oleh FCC dan sejumlah badan keamanan nasional AS. Kami akan terus mempertahankan keputusan itu,” kata Juru Bicara FCC.
Sebagai informasi, Huawei dianggap sebagai ancaman sejak zaman pemerintahan Trump. Ia telah menggunakan berbagai cara untuk memutuskan hubungan antara perusahaan AS dengan Huawei.
Pemerintahan Trump berpendapat bahwa perangkat telekomunikasi Huawei akan menimbulkan risiko keamanan yang tidak bisa dimaafkan.
Mereka juga mengatakan bahwa alat Huawei memungkinkan perusahaan bisa memata-matai orang Amerika.
Pada 2019, FCC memutuskan pelarangan penggunaan dana federal untuk membeli produk Huawei dan perusahaan China lainnya, ZTE, sekaligus mencegah perusahaan AS dalam menggunakan teknologi untuk pengembangan jaringan nirkabel. Keputusan ini mulai berlaku pada Juni 2020 lalu.
Baca Juga: Pendiri Huawei Sebut iPhone 12 Smartphone Terbaik di Dunia?
FCC kemudian bertindak lebih jauh. Desember 2020, mereka memutuskan agar perusahaan AS mengganti peralatan Huawei yang saat itu masih digunakan.
Selain Huawei, Pemerintah Trump juga telah berseteru dengan perusahaan teknologi China lainnya. Saat berkuasa, ia telah melarang aplikasi seluler TikTok dan WeChat.
Setelah digantikan Biden, pemerintah AS masih belum memutuskan langkah selanjutnya terhadap TikTok. Namun pemerintahan Biden mengindikasikan bahwa mereka akan tetap memblokir Huawei.
"Tidak ada alasan untuk menghapusnya (Huawei) dari Daftar Entitas," ujar Calon Sekretaris Departemen Perdagangan AS era Biden.
Berita Terkait
-
Ponsel Lipat Huawei Mate X2 Meluncur 22 Februari
-
Dilarang Trump, Xiaomi Serang Balik dengan Ajukan Gugatan ke Pengadilan AS
-
Huawei Berikan 1000 Akun Cloud E-Learning untuk 500 Kampus di Indonesia
-
CEO Honor Konfirmasi Bakal Kembali Hadirkan Layanan Google
-
Bocoran Teranyar Huawei Mate 40E, Tidak Jadi Pakai Sensor Sony?
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Motorola Razr Fold FIFA World Cup 26 Edition Rilis di Asia, Ada Logo Emas 24 Karat
-
Alat Pelacak Moto Tag 2 Rilis: Pesaing Apple AirTag, Baterai Tahan 600 Hari
-
5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
-
Instagram Luncurkan Instants, Fitur Foto Rahasia Mirip BeReal yang Langsung Masuk DM
-
7 Tablet Murah Rp1 Jutaan Mei 2026, Spek Terbaik untuk Belajar dan Hiburan
-
Lenovo IdeaPad Slim 3i dan Yoga Slim Terbaru Hadir dengan Prosesor Intel Panther Lake
-
Bocoran Galaxy Unpacked 2026: Samsung Siapkan Kacamata Pintar dan HP Lipat Anyar
-
Telkomsel Bongkar Strategi Digital Retail 2026, Solusi AI dan IoT Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis
-
7 HP Midrange Body Metal 2026, Desain Premium Harga Masih Masuk Akal
-
77 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 Mei 2026: Ada Tinju Gerhana dan Skin SG Apocalyptic