Suara.com - Bill Gates telah memperingatkan dua bencana berikutnya yang kemungkinan besar akan melanda Bumi, enam tahun setelah dia meramalkan secara seram pandemi jenis virus corona berlangsung.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, salah satu pendiri Microsoft itu mengatakan bahwa dia yakin ancaman terbesar di masa depan bagi umat manusia adalah perubahan iklim dan bioterorisme.
Bill Gates (65) mengatakan kepada saluran YouTube Veritasium bahwa dunia juga belum siap menghadapi virus mematikan lainnya di tahun-tahun mendatang.
Taipan teknologi Amerika itu memperingatkan selama TedTalk pada 2015 bahwa peradaban tidak siap menghadapi epidemi mematikan.
Dia mengatakan, bencana akan melibatkan virus di mana orang merasa cukup sehat saat mereka tertular sehingga mereka naik pesawat atau pergi ke pasar.
Komentar miliarder itu muncul lima tahun sebelum pandemi virus corona yang kini telah menewaskan 2,3 juta orang di seluruh dunia.
Melihat kembali ceramahnya di tahun 2015, Gates memberi tahu Veritasium minggu lalu, dengan tema "Wabah berikutnya? Kami belum siap.
"Tidak ada perasaan baik yang datang dengan hal seperti ini, mengatakan 'Aku sudah bilang begitu'. Mungkinkah saya lebih persuasif? Ada sejumlah virus pernapasan dan dari waktu ke waktu akan muncul," ujarnya dilansir laman The Sun, Sabtu (13/2/2021).
Menurutnya, penyakit pernapasan sangat menakutkan karena Anda masih berjalan-jalan dengan pesawat, bus saat Anda tertular.
Baca Juga: Perubahan Iklim Punya Pengaruh terhadap Pandemi Global, Bagaimana Caranya?
"Tidak seperti beberapa penyakit lain seperti Ebola, di mana Anda kebanyakan berada di ranjang rumah sakit pada saat viral load menginfeksi orang lain," jelas dia.
Bill Gates, yang bersama istrinya Melinda menjalankan Gates Foundation, membantu memberantas penyakit menular di seluruh dunia, juga menawarkan pandangannya tentang ancaman besar yang dihadapi dunia saat ini.
"Salah satunya adalah perubahan iklim. Setiap tahun itu akan menjadi jumlah kematian yang lebih besar daripada yang kita alami dalam pandemi ini," katanya.
Bio-terorisme, tambah dia, seseorang yang ingin menyebabkan kerusakan dapat membuat virus dan itu berarti kerugiannya, kemungkinan terkena ini lebih dari epidemi yang disebabkan secara alami seperti yang terjadi saat ini.
Filantropis tersebut menambahkan bahwa umat manusia tidak memiliki kekuatan untuk menghentikan pandemi.
"Namun, kami dapat berbuat lebih banyak untuk memastikan kami siap untuk yang berikutnya, jadi kami tidak pernah memiliki jumlah korban tewas mendekati apa yang kami miliki saat ini", tambahnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Vaksin Sudah Dirapatkan Bill Gates dan CIA Pada 2005?
-
Studi: Perubahan Iklim Berisiko Tingkatkan Malnutrisi pada Anak
-
Dunia Kedodoran Hadapi Virus Corona, Menkes Budi Singgung Ucapan Bill Gates
-
Benarkah Covid-19 Pengaruhi Perubahan Iklim?
-
WHO Peringatkan, Covid-19 Tidak Jadi Pandemi Terakhir, tapi Ini...
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali