Suara.com - Penelitian terbaru menyebut bahwa planet kesembilan yang misterius di tata surya mungkin tidak pernah ada sama sekali.
Teori adanya planet kesembilan dimulai pada tahun 1820-an, astronom Prancis Alexis Bouvard berspekulasi bahwa orbit Uranus yang tidak beraturan dipengaruhi oleh planet kedelapan di tata surya, yang mengarah pada penemuan Neptunus.
Kemudian pada 2016, mengutip lintasan planetoid yang tidak biasa di orbit Neptunus, dua astronom dari Institut Teknologi California memperkirakan ada planet lain yang bersembunyi di tata surya, yaitu planet kesembilan.
Dalam penelitian terbaru, tim ahli yang dipimpin oleh Kevin Napier dari Universitas Michigan menerbitkan makalah pracetak yang mendiskreditkan bukti untuk mendukung adanya planet kesembilan.
"Singkatnya, semua bukti untuk planet kesembilan hilang," kata Stephanie Deppe, salah satu penulis makalah tersebut, seperti dikutip dari CNET, Kamis (18/2/2021).
Teori dibalik planet kesembilan berpusat pada hipotesis planet besar yang belum terdeteksi di sekitar objek trans-Neptunus yang ekstrem (ETNO).
Pada tahun 2016, dua peneliti bernama Michael Brown dan Konstantin Batygin, menerbitkan makalah yang meneliti orbit yang tidak biasa dari enam ETNO.
Orbitnya berbentuk elips dan pada sudut yang menyebabkan objek tersebut mendekati Matahari pada titik yang hampir sama.
Menurut perkiraan, gugus orbit yang unik ini terjadi secara kebetulan dan hanya memiliki kemungkinan 0,007 persen.
Baca Juga: Bentuk Kehidupan Misterius Ditemukan di Bawah Lapisan Es Antartika
Kedua ilmuwan berhipotesis bahwa ETNO bersentuhan dengan tarikan gravitasi planet kesembilan sehingga mendistorsi orbitnya.
Namun dalam penelitian baru yang dipimpin Napier tidak sepenuhnya mengesampingkan keberadaan planet kesembilan, melainkan berpendapat bahwa kemungkinannya jauh lebih kecil daripada yang dipikirkan Brown dan Batygin.
Bagian utama dari masalah ini adalah data yang bias. ETNO jauh dan relatif kecil sehingga sulit dilihat. Para astronom hanya dapat menemukannya ketika ETNO mengorbit di dekat Matahari.
Untuk mencapai hal ini, teleskop disesuaikan untuk melihat bagian tertentu dari langit, pada bagian tertentu tahun, dan pada waktu tertentu. Metode ini membiaskan sampel data.
Tim ilmuwan menarik data dari tiga survei teleskopik yang berbeda dan mengevaluasi pergerakan 14 ETNO yang tidak termasuk dalam makalah Brown dan Batygin 2016 dan memperhitungkan bias seleksi menggunakan simulasi komputer.
Temuan para ilmuwan dianggap sebagai "cluster" ETNO sebenarnya hanyalah bias seleksi. Dengan kata lain, planet kesembilan mungkin tidak ada agar ETNO memiliki orbit yang seperti itu.
Berita Terkait
-
Kabar Baik, Obat Radang Sendi Diklaim Kurangi Risiko Kematian Covid-19
-
Ilmuwan Manfaatkan Nyanyian Paus, Ungkap Fitur Tersembunyi Laut Dalam
-
Mencengangkan, Ilmuwan Ungkap Lokasi Awal Pembangunan Stonehenge
-
Ilmuwan Konfirmasi Objek Terjauh di Tata Surya yang Pernah Ditemukan
-
Babi Bisa Main Gim Video, Ilmuwan Sebut Ini Bukan Pencapaian Kecil
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Samsung yang Ada Kamera 0.5, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
53 Kode Redeem FF Max Terbaru 2 April 2026: Raih Skin SG2, Chromasonic, dan Diamond
-
5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa WhatsApp Call, Harga Ramah di Kantong Mulai Rp100 Ribuan
-
7 Hal Sepele yang Bikin Baterai HP Cepat Habis, Jangan Lakukan Ini
-
Asus ROG Zephyrus 2026 Hadir dengan Dua Varian Prosesor, Bawa RTX 5080
-
Harga POCO X8 Pro Hanya Rp4 Jutaan di Indonesia, Siap Tantang HP iQOO dan Motorola
-
Prediksi Harga Samsung Galaxy A27 Beredar, Andalkan Chipset Snapdragon
-
6 HP Memori 512 GB Paling Murah untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
-
7 Video Kepanikan Warga Setelah Gempa Sulut M 7,6: Ada Tsunami hingga Bangunan Rusak
-
7 Kesalahan Penyebab Laptop Cepat Rusak bagi Pengguna Profesional Muda