Suara.com - Email kamu mungkin dipenuhi dengan berbagai informasi seperti tagihan biaya langganan, buletin, hingga email promosi yang mengganggu. Untuk menyortirnya satu per satu email sampah akan memakan waktu.
Namun, ada beberapa tips berguna untuk menyortir email sampah dan menghapusnya dengan mudah. Dilansir dari How to Geek, Rabu (24/2/2021), berikut ini cara menghapus hampir semua email sampah dengan mudah:
1. Cari frasa umum di email sampah
Kamu dapat mempertimbangkan untuk mencari frasa umum di email sampah. Misalnya, coba telusuri frasa seperti Unsubscribe, Verify, Welcome, Activate, Password recovery, New sign in, Account registration atau Alert pada kotak pencarian email.
Jika mengetikkan kata-kata tersebut, kamu akan menemukan banyak email yang mungkin tidak dibutuhkan. Jika semuanya terlihat tidak berguna, kamu dapat dengan cepat memilih opsi Select All dan menghapus semuanya sekaligus.
2. Pencarian untuk buletin
Kamu mungkin sering mendapatkan email buletin atau newsletter secara reguler, dari beberapa organisasi dan merasa tidak perlu menyimpan setiap email buletin yang didapatkan.
Untuk menghapus banyak email buletin sekaligus, temukan salah satu buletin dan cari alamat pengirimnya. Sebagai contoh, newsletter@example.com.
Kamu dapat melakukan penelusuran email dari pengirim "newsletter@example.com" di kotak pencarian email dan menemukan semua buletin yang pernah dikirimkan kepada pengguna.
Baca Juga: Cara Mengatasi Email dan Tanggal Lahir Bermasalah Saat Pendaftaran Prakerja
Pilih opsi Select All dan Delete untuk menghapus email buletin tersebut sekaligus.
3. Perhatikan email sampah lainnya
Setiap pengguna tentu memiliki jenis email sampah yang berbeda. Kamu dapat memikirkan email apa saja yang mungkin tidak berguna selain buletin dan frasa yang telah disebutkan sebelumnya.
Sebagai contoh, email dari milis. Kamu dapat mencari email milis tersebut dan menghapus semuanya sekaligus dengan memilih opsi Select All dan Delete.
Kamu juga dapat memperhatikan email yang masuk di masa mendatang. Misal, pengguna menerima jenis email yang telah diterima berkali-kali sebelumnya dan menyadari bahwa kamu sebenarnya tidak perlu menyimpan email tersebut.
Alih-alih hanya menghapus email tertentu, pengguna dapat menelusuri subjek atau pengirim dan menghapus semua email jenis itu.
Berita Terkait
-
Mulai 2021 Pengguna Yahoo Tak Bisa Lagi Forward Email Otomatis
-
FPI Marah Ada Email Habib Rizieq Batal Pulang 10 November: Ini Kriminal!
-
Beredar Email Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia 10 November Besok
-
4 Cara Cek KK Online Lewat Whatsapp sampai Email
-
Cara Ganti Nama Email, Ikuti Langkah Berikut Ini
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi