Suara.com - Vaksin Oxford / Astra Zeneca Covid diklaim terbukti sedikit lebih efektif daripada suntikan Pfizer dalam mengurangi kasus rumah sakit di antara yang berusia di atas 70-an.
Penelitian terbaru mengungkap, sekali suntikan kedua vaksin dikatakan 90 persen efektif dalam mencegah mereka yang terinfeksi keluar dari rumah sakit.
Inggris telah melampaui negara tetangga Eropa dengan peluncuran vaksinnya yang cepat, dengan semua orang dewasa ditetapkan mendapatkan satu dosis sebelum 31 Juli, mendatang.
Data terbaru menunjukkan bahwa hampir 20 juta orang di Inggris sekarang telah mendapatkan suntikan pertama mereka.
Prancis dan Jerman awalnya menolak untuk mengizinkan vaksin Oxford diberikan kepada mereka yang berusia di atas 65 tahun di tengah kekhawatiran atas data uji coba, tetapi sekarang telah berbalik.
Angka vaksinasi satu dosis dihitung dengan membandingkan tingkat rawat inap Covid-19 pada mereka yang telah menerima dosis pertama dengan mereka yang pada usia yang sama yang tidak.
Kematian di antara mereka yang berusia di atas 75 tahun telah turun hingga 40 persen, sementara jumlah di atas 85 yang dirawat di perawatan intensif mengalami penurunan.
turun mendekati nol.
Dilansir laman Mirror mengutip dari Dailymail, Senin (1/3/2021), hasil studi dari peluncuran NHS di Inggris menunjukkan bahwa satu dosis suntikan Oxford sebenarnya sedikit lebih baik dalam menghentikan orang yang sakit parah sehingga harus pergi ke rumah sakit.
Inggris mempertaruhkan rencana vaksinnya pada satu dosis yang efektif, setelah memutuskan meninggalkan jeda 12 minggu di antara dosis.
Baca Juga: Malaysia Terima Vaksin COVID-19 300 Ribu Dosis Dari China
Hasil penelitian ini juga merupakan pembenaran dari Inggris yang menyetujui vaksin Oxford untuk digunakan pada orang tua, dengan itu sebenarnya terbukti sedikit lebih efektif di antara yang berusia di atas 70-an daripada Pfizer.
Matt Hancock berbicara minggu lalu tentang vaksin yang memutus rantai antara tingkat infeksi yang lebih tinggi, mengarah ke kematian yang lebih tinggi dari Covid, dan penelitian tersebut menegaskan kembali harapan itu.
Minggu lalu, para peneliti Universitas Edinburgh menemukan bahwa dalam empat minggu vaksin Pfizer dan Oxford-AstraZeneca mengurangi risiko rawat inap akibat Covid-19 hingga 85 persen dan 94 persen.
Pemerintah menjabarkan rencananya untuk tahap kedua peluncuran.
Orang berusia 40 hingga 49 tahun berada di antrean berikutnya setelah para penasihat menyimpulkan bahwa menyuntik berdasarkan usia tetap menjadi cara tercepat untuk mengurangi kematian.
Mereka akan diikuti oleh orang-orang berusia 30-an, dan akhirnya mereka yang berusia di atas 18 tahun.
Berita Terkait
-
BPOM AS: Vaksin Johnson & Johnson Cegah Komplikasi Parah dan Kematian
-
Korea Selatan Yakin Capai Herd Immunity September Mendatang
-
Tim Vaksin AstraZeneca: Ada Kemungkinan Vaksin Berbentuk Pil atau Semprotan
-
Studi: Vaksin Pfizer dan Oxford Turunkan Risiko Rawat Inap Pasien Covid-19
-
Studi: Vaksin Pfizer Punya Efektivitas Tinggi, Bahkan pada Varian Inggris
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian