Suara.com - Dua potong baju besi dari abad ke-16 telah dikembalikan ke Louvre Museum, Paris, setelah hampir 40 tahun menghilang.
Pelindung dada dan helm dari era Renaisans tersebut sebelumnya dicuri dari museum pada 31 Mei 1983 dan menghilang selama hampir empat dekade.
Ditempa di Milan, Italia, selama era Renaisans antara 1560 dan 1580, baju besi logam itu bertatahkan emas dan perak yang diperkirakan bernilai sekitar 603.000 dolar AS atau sekitar Rp 8,6 miliar.
Penemuan ini bermula pada Januari ketika seorang ahli barang antik militer melihat baju besi tersebut setelah ia dipekerjakan oleh juru lelang untuk penilaian real estat di Bordeaux, Prancis.
Ia curiga tentang asal usul baju besi tersebut dan memberi tahu pejabat Kantor Pusat Prancis untuk Pemberantasan Perdagangan Barang Budaya (OCBC), unit khusus untuk melacak properti curian yang bernilai sejarah dan budaya.
Pihak berwenang lalu mengidentifikasi baju besi yang hilang tersebut dari daftar database benda-benda yang dicuri.
Desain rumit pada helm dan penutup dada mengidentifikasikannya sebagai senjata kehormatan yang dibuat dengan keahlian, setara dengan mobil mewah saat ini.
"Saya yakin kami akan melihat benda itu muncul kembali suatu hari nanti karena keduanya adalah objek tunggal. Tapi saya tidak pernah membayangkan bahwa itu akan berada di Prancis dan masih satu paket," kata Philippe Malgouyres, kepala karya seni warisan Louvre, seperti dikutip dari Live Science, Selasa (9/3/2021).
Dua bagian baju besi tersebut pertama kali disumbangkan ke Louvre pada 1922 oleh keluarga Rothschild, salah satu dinasti perbankan terkaya di dunia selama abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Baca Juga: Tersegel 600 Tahun, Ilmuwan Buka dan Baca Surat Era Renaisans Pertama Kali
Pencurian baju besi bukanlah perampokan seni terbesar di Louvre.
Sebelumnya pada 1911, Vincenzo Peruggia mencuri lukisan Mona Lisa yang terkenal di museum dan berhasil menghindari penangkapan selama dua tahun.
Menurut laporan AFP, bagaimana baju besi tersebut bisa dicuri sejak awal masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.
Berita Terkait
-
Merugi Akibat Pandemi, Museum Louvre Paris Dibuka Lagi Mulai 6 Juli
-
Lanjutkan Kompetisi di Tengah Pandemi, IBL Bisa Contoh Liga China
-
PCR Test Jadi Syarat Kompetisi, IBL Gelar Rapat dengan Klub Peserta
-
IBL Apresiasi Tawaran Louvre Bantu Akomodasi Kelanjutan Kompetisi
-
Covid-19: Dunia Seni di Eropa Segera Membuka Diri Lagi untuk Pengunjung
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Fitur Kamera Vivo X200T Beredar, Diprediksi Pakai Sensor Sony LYT-702
-
5 Powerbank Kapasitas 10.000 mAh Murah dan Tahan Lama, Harga Cuma Rp100 Ribuan
-
34 Kode Redeem MLBB Terbaru 9 Januari 2026, Ada Skin Epic Hero Lancelot dan Hayabusa
-
Moto Pad 60 Pro Hadir untuk Kreator: Tablet Ini Mengerti Cara Ide Bekerja
-
HyperOS Resmi Pensiun dari Deretan HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Ini: Wajib Waspada!
-
53 Kode Redeem FF Terbaru Aktif 9 Januari 2026, Kantongi Reward Gratis Sekarang Juga!
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 9 Januari 2026, Gratis Pemain 111-115 dan Token Extra Time PL
-
5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan dengan Memori Internal 256 GB di Tahun 2026
-
Terpopuler: Daftar HP Xiaomi Tahan hingga 5 Tahun, Tablet SIM Card Terbaik 1 Jutaan