Suara.com - Para ilmuwan telah mulai menyusun rencana untuk populasi kembali, dimulai dengan bank sperma di Bulan.
Mereka sebut sebagai "polis asuransi global modern," insinyur mekanik telah mengusulkan agar manusia membangun gudang sel reproduksi, sperma dan sel telur, dari 6,7 juta spesies Bumi, termasuk manusia.
Dan bank yang diusulkan atau "bahtera," akan berada di bawah permukaan Bulan.
Saat planet kita menghadapi bencana alam, kekeringan, asteroid, dan potensi perang nuklir, para ilmuwan mengatakan bahwa manusia harus mengarahkan pandangan mereka pada perjalanan luar angkasa untuk melestarikan kehidupan seperti yang kita ketahui.
“Bumi secara alami adalah lingkungan yang mudah menguap,” kata penulis studi Jekan Thanga, yang timnya di Universitas Arizona mengirimkan laporan mereka, 'Lunar Pits and Lava Tubes for a Modern Ark' di Institut Insinyur Listrik dan Elektronik (IEEE) tahunan dalam Konferensi Dirgantara pada Sabtu lalu.
Karena ketidakstabilan planet, katanya, penyimpanan berbasis Bumi akan membuat spesimen rentan.
Karena itu, Thanga mengusulkan untuk memulai semacam eksodus planet dengan mendirikan gudang benih manusia di bulan sesegera mungkin.
Ini akan menyimpan sel reproduksi di "lubang" Bulan yang ditemukan baru-baru ini, di mana para ilmuwan percaya lava pernah mengalir miliaran tahun lalu.
Disebut "bahtera," menurut presentasi Thanga, kemudian akan melestarikan berbagai spesies secara kriogenik jika terjadi bencana global.
Baca Juga: Beri Daya Pangkalan Bulan, Ilmuwan Akan Bangun Menara Beton
“Kami masih bisa menyelamatkan mereka sampai kemajuan teknologi untuk kemudian memperkenalkan kembali spesies ini - dengan kata lain, simpan mereka untuk hari lain,” katanya dilansir laman New York Time, Jumat (12/3/2021).
Lubang juga merupakan ukuran yang sempurna untuk penyimpanan sel, menurut Thanga. Mereka turun 80 hingga 100 meter di bawah tanah dan menyediakan perlindungan siap pakai dari permukaan bulan, yang menahan "perubahan suhu besar", serta ancaman dari meteorit, dan radiasi.
Thanga mengatakan bahwa banyak tumbuhan dan hewan yang “sangat terancam punah” dan menyebut letusan Gunung Toba di Indonesia 75.000 tahun lalu sebagai alasannya.
Menurutnya, hal itu menyebabkan periode pendinginan 1.000 tahun dan sejalan dengan perkiraan penurunan dalam keragaman manusia.
Dia melihat paralel saat ini karena aktivitas manusia dan faktor lain yang sepenuhnya tidak kami pahami. Sudah ada kerugian yang cepat selama beberapa dekade terakhir.
Konsep "bahtera" sudah digunakan di Svalbard Global Seed Vault - tempat menyimpan benih tanaman, yaitu - di pulau Spitsbergen, Norwegia di Lingkaran Arktik.
Berita Terkait
-
Musnahkan Kehidupan, Ilmuwan Prediksi Oksigen Menurun dalam 1 Miliar Tahun
-
Ilmuwan Deteksi Struktur Tersembunyi di Dalam Inti Bumi
-
Ini yang Akan Terjadi Jika Orang Terinfeksi Dua Strain Covid-19 Sekaligus
-
Berukuran 22 Cm, Robot Ikan Ini Akan Selami Tempat Paling Dalam di Dunia
-
Pertama Kalinya, Badai Luar Angkasa Terdeteksi di Kutub Utara
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
27 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 1 Januari 2026, Klaim 2.026 Gems dan Pemain Eksklusif
-
53 Kode Redeem FF Terbaru 1 Januari 2026, Klaim M1014 Demolitionist dan The Hungry Pumpkin
-
Ini Kode Promo KIOSGAMER Januari 2026 Terbaru, Dapat Diskon hingga Bonus Diamond 30 Persen!
-
28 Kode Redeem MLBB Terbaru 1 Januari 2026: Klaim Skin Epic, Diamond, dan Fragment Gratis
-
95 Persen Jaringan Pulih, XLSMART Percepat Konektivitas Pascabencana di Aceh
-
8 Prompt AI untuk Edit Foto Jadi Dramatis yang Lagi Tren di TikTok
-
iPhone Disebut Bakal Pakai Layar Lengkung Empat Sisi, Apple Ikuti Jejak Xiaomi?
-
5 HP Harga Rp1 Jutaan Paling Worth It di Tahun 2026, Spek Gak Kaleng-kaleng
-
Samsung Disebut Eksperimen Baterai 20.000 mAh, Ini Tantangannya
-
Update 25 Kode Redeem FC Mobile 1 Januari 2026, Klaim Icon 113-115 Gratis di Tahun Baru!