Suara.com - Para ahli khawatir hewan yang belum dikenal "Animal X" dapat menyembunyikan virus mematikan yang dapat memicu pandemi lain dan menewaskan jutaan orang.
Para ilmuwan dilaporkan berpacu dengan waktu untuk menemukan 'Animal X', yang bisa menjadi sumber penyakit global berikutnya atau 'Disease X'.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan ancaman dari penyakit zoonosis, di mana infeksi melompat dari hewan ke manusia adalah bahaya yang muncul.
Para ahli sebelumnya telah mengatakan bahwa kemungkinan Covid-19 berasal dari kelelawar dan trenggiling, sebelum dipindahkan ke manusia.
Dan flu burung, SARS, MERS, Nipah, dan demam kuning adalah contoh penyakit lain yang berasal dari hewan sebelum virus bermutasi dan melompat ke spesies.
Anthony Lockett, seorang dokter medis penyakit menular, sekarang mengatakan kepada The Sun Online bagaimana kelelawar bisa menjadi sumber pandemi berikutnya.
"Spesies yang dapat menjadi tempat penampungan Disease X adalah kelelawar dan burung karena keduanya dapat terbang dan melakukan perjalanan jarak jauh," ujar Anthony dilansir laman Mirror, Jumat (12/3/2021).
Menurutnya, pola migrasi kelelawar dapat terganggu yang mengarah pada penyebaran penyakit, seperti yang terlihat di Australia beberapa tahun lalu, ketika kelelawar menyebarkan penyakit ke manusia.
Dan Dr Josef Settele, dari Helmholtz-Center for Environmental Research, salah satu penulis studi tingkat PBB baru tentang pandemi di masa depan, menambahkan bahwa pada prinsipnya semua spesies dapat menjadi sumber.
Baca Juga: Ilmuwan Siap Kirim 6,7 Juta Sampel Sperma ke Bulan
Probabilitasnya lebih tinggi untuk kelompok yang memiliki lebih banyak spesies seperti tikus dan kelelawar.
"Pada akhirnya, itu tergantung pada kemampuan beradaptasi spesies," katanya.
Penulis lingkungan John Vidal baru-baru ini mengungkapkan penyakit menular seperti campak, mematikan seperti Ebola, masih dapat bermutasi dan menghancurkan populasi manusia.
Banyak penyakit, seperti Ebola dan Covid-19, diperkirakan telah menginfeksi manusia melalui konsumsi daging yang terkontaminasi.
Vidal telah berbicara dengan para ahli dari seluruh dunia yang telah membuat prediksi suram bahwa yang terburuk mungkin belum datang saat dia menulis sebuah buku yang mengungkap hubungan antara alam dan penyakit.
Menulis di Daily Mail, Vidal menjelaskan bahwa ahli ekologi di University College London (UCL) melaporkan bahwa 335 penyakit baru dan berpotensi fatal telah muncul secara global sejak 1945.
Berita Terkait
-
Barang Terkait Pandemi Covid-19 akan Dimuseumkan, Termasuk Botol Vaksin
-
Merawat Anak saat Pandemi Covid-19, Perhatikan Tiga Hal Ini
-
Disdik Bintan Klaim Sekolah Tatap Muka Tak Timbulkan Klaster Covid-19
-
Dunia Diprediksi Akan Kekurangan Tenaga Perawat Akibat Pandemi Covid-19
-
Gara-gara Pandemi Covid-19, Jerman Kini Punya 1.200 Kata Baru
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif