Tetapi dalam sepersekian milidetik, getaran eksternal beresonansi dengan frekuensi osilasi alami virus, menyebabkan cangkang dan paku melengkung ke dalam.
Ketika ada peningkatan amplitudo, intensitas, dan getaran, cangkang virus bisa patah.
Pada frekuensi yang lebih rendah dari 25 MHz dan 50 MHz, virus menekuk dan membelah lebih cepat, baik pada tingkat simulasi udara dan air yang kepadatannya serupa dengan cairan di dalam tubuh.
"Frekuensi dan intensitas ini berada dalam kisaran yang aman digunakan untuk pencitraan medis," simpul Wierzbicki.
Para ilmuwan sekarang bekerja sama dengan ahli mikrobiologi di Spanyol untuk menyempurnakan dan memvalidasi temuan ini.
Wierzbicki menekankan bahwa masih banyak penelitian yang harus dilakukan untuk memastikan apakah ultrasound dapat menjadi pengobatan yang efektif dan strategi pencegahan terhadap virus Corona.
Berita Terkait
-
Walau Aman, Finlandia Menangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca
-
Pasien Covid-19 dengan Kriteria Berikut Lebih Berisiko Alami Stroke
-
Temuan Baru, Hormon Progesteron Wanita Bisa Bantu Pria Lawan Covid-19
-
Benarkah Virus Corona Inggris Picu Miokarditis pada Hewan Peliharaan?
-
Usai Divaksin Secara Penuh, Apa yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan?
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?