Suara.com - Asteroid terbesar yang melewati Bumi tahun ini telah berada di posisi terdekatnya dan tidak menimbulkan tabrakan dahsyat.
Meskipun begitu, fenomena langka ini bisa menjadi kesempatan langka kepada para astronom untuk mempelajari batu dari luar angkasa yang terbentuk pada awal tata surya kita.
Asteroid itu berjarak dua juta kilometer (1,25 juta mil) paling dekat, menurut NASA lebih dari lima kali jarak antara Bumi dan Bulan, tetapi masih cukup dekat untuk diklasifikasikan sebagai "asteroid yang berpotensi berbahaya".
NASA melacak dan membuat katalog objek-objek seperti itu berpotensi menghantam Bumi dan melepaskan kehancuran yang sangat besar, seperti asteroid masif yang memusnahkan 75 persen kehidupan di planet ini 66 juta tahun lalu.
Asteroid 2001 FO32, ditemukan 20 tahun lalu, terlalu jauh untuk berbahaya bahkan saat mencapai titik terdekatnya ke Bumi sekitar pukul 14:00 GMT pada Minggu (21/3/2021), menurut Observatorium Paris.
Dilansir laman Aljazeera, Selasa (23/3/2021), NASA mengatakan itu melaju dengan kecepatan sekitar 124.000 km / jam (77.000 mph).
“Oh ya, teman-teman! Apakah Anda melihat titik cahaya ini? Titik cahaya ini adalah asteroid,” kata ahli astrofisika Gianluca Masi dari Proyek Teleskop Virtual yang berbasis di Italia, yang telah melatih lensanya di batu pada Senin (22/3/2021), segera setelah pendekatan terdekatnya.
“Betapa bahagianya saya, betapa bangganya saya, betapa saya senang saya… mempersembahkan ini untuk Anda secara langsung,” kata Masi sambil menunjukkan gambar titik pucat selama siaran YouTube.
Para astronom berharap mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang komposisi batuan yang diperkirakan 900 meter (3.000 kaki) saat diperbesar.
Baca Juga: Asteroid Raksasa Diprediksi Akan Lintasi Bumi di Bulan Maret 2021
“Ketika sinar matahari menghantam permukaan asteroid, mineral di batuan menyerap beberapa panjang gelombang sambil memantulkan yang lain,” kata NASA.
“Dengan mempelajari spektrum cahaya yang dipantulkan dari permukaan, astronom dapat mengukur 'sidik jari' kimiawi dari mineral di permukaan asteroid.”
Karena orbitnya yang memanjang, NASA mengatakan asteroid besar itu menambah kecepatan seperti pemain skateboard yang meluncur di halfpipe.
Kemudian melambat setelah terlempar kembali ke luar angkasa dan berayun kembali ke arah Matahari.
Studi tentang asteroid dan komet yang sedekat ini dengan planet kita, dijuluki Objek Dekat Bumi atau NEO, memberi para ilmuwan pemahaman yang lebih baik tentang sejarah dan dinamika tata surya.
Ini juga merupakan basis data berharga dari potensi ancaman - dampak dari batu besar dari luar angkasa dapat menghancurkan seluruh planet.
Berita Terkait
-
Ilmuwan Temukan Bukti Debu Asteroid Pemusnah Dinosaurus
-
Teori Terbaru Ungkap Bagaimana Dinosaurus Musnah
-
Asteroid Seukuran Jembatan Golden Gate Akan Lewati Bumi Bulan Depan
-
Warga Kaget Atap Rumah Bolong Tertimpa Batu, Diduga Meteor Jatuh
-
Terungkap! Ledakan Besar di Buleleng Bali karena Asteroid Jatuh
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Honor 600e Nongol di Geekbench Bawa Chipset MediaTek Terbaru, Seberapa Ngebut?
-
51 Kode Redeem FF Terbaru 27 April 2026, Sikat Hadiah Skin hingga Bundle Gintoki
-
37 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 April 2026, Dapatkan Player OVR 112-114 Gratis
-
RedMagic Gaming Tablet 5 Pro Debut Mei, Usung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Layar 185 Hz
-
Redmi Headphones Neo Muncul di Toko Online: Harga Kompetitif, Baterai Tahan 72 Jam
-
4 Tablet Terbaru Pesaing iPad Mini April 2026: Performa Kencang, AnTuTu Tembus 4 Juta
-
Harga Terjun Bebas! Ini 7 HP Flagship yang Turun Harga Drastis di April 2026
-
76 Kode Redeem FF Max Terbaru 26 April 2026: Klaim Bundel Gintoki dan VSK94 Undersea
-
iPhone 15 Bisa Dipakai sampai Tahun Berapa? Intip Harga Terbaru April 2026
-
Rincian Update Crimson Desert: Ada 3 Mode Baru dan Peningkatan Gameplay