Suara.com - Pesawat luar angkasa InSight milik NASA mengukur inti Mars untuk pertama kalinya.
Pengukuran menunjukkan bahwa radius inti Mars adalah 1.810 hingga 1.860 kilometer, kira-kira setengah dari Bumi. Angka itu lebih besar dari beberapa perkiraan sebelumnya.
Penemuan ini menunjukkan bahwa inti Mars mengandung undur-nsur yang lebih ringan, seperti oksigen dan tambahan besi serta belerang yang menyusun sebagian besar planet.
Planet berbatu seperti Bumi dan Mars terbagi menjadi lapisan dasar kerak, mantel, dan inti.
Mengetahui ukuran masing-masing lapisan itu sangat penting untuk memahami bagaimana planet terbentuk dan berevolusi.
Pengukuran InSight akan membantu para ilmuwan untuk menentukan bagaimana inti padat Mars yang kaya logam, terpisah dari mantel berbatu di atasnya saat planet mendingin.
Inti Planet Merah mungkin masih mencair sejak terbentuknya Mars, sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
Mengingat Mars menjadi planet berbatu pertama selain Bumi dan Bulan yang diukur intinya, data pengukuran ini dapat membantu para ahli membandingkan dan membedakan bagaimana planet tata surya berevolusi.
Temuan baru ini melanjutkan penelitian sebelumnya dari InSight yang mendeteksi lapisan di kerak Mars.
Baca Juga: Alhamdulillah, NASA dan SpaceX Sepakati Hindarkan Tabrakan di Antariksa
"Sekarang kita mulai memiliki struktur dalam planet sampai ke intinya," kata Philippe Lognonné, ahli geofisika di Paris Institute of Earth Physics, dikutip dari Nature, Selasa (23/3/2021).
Misi InSight mendarat di Mars pada 2018 dan misi pertama untuk mempelajari interior Planet Merah.
InSight ditempatkan diam di dekat ekuator Mars untuk mendengarkan gempa.
Sejauh ini, InSight telah mendeteksi sekitar 500 gempa. Dengan kata lain, Planet Merah kurang aktif secara seismik jika dibandingkan dengan Bumi, tetapi lebih aktif daripada Bulan.
Sama seperti yang dilakukan seismometer di Bumi, InSight mengukur ukuran inti Mars dengan mempelajari gelombang seismik yang memantul dari batas dalam antara mantel dan inti.
Dengan informasi dari gelombang yang bergerak dalam ini, para ilmuwan InSight dapat menghitung kedalaman batas mantel inti dan ukuran inti.
Berita Terkait
-
NASA Ungkap Mars Menyembunyikan Lautan di Bawah Kerak Planet
-
Waduh! Organisasi Ini Ungkap Bukti Foto di Mars Kalau Alien Beragama Budha
-
Planet Mars: Para Peneliti Pecahkan Misteri Hilangnya Air di Planet Merah
-
NASA Gandeng Blue Origin Akan Ciptakan Lingkungan Gravitasi Bulan di Bumi
-
Unik! NASA Temukan Planet Asing yang Mampu Membuat Atmosfer Baru
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
5 HP Infinix dengan Kamera 0,5 Mirip iPhone, Harga Rp3 Jutaan
-
Turnamen Esports Berbasis Cyber Security Resmi Diumumkan
-
27 Kode Redeem FC Mobile 16 April 2026, Ambil Kompensasi Bug Sekarang
-
42 Kode Redeem FF Free Fire Spesial Diskon 16 April 2026, Cek Bocoran MP40 Cobra Rilis Lagi
-
5 Smartwatch dengan Desain Kekinian, Tak Jadul, dan Fitur Lengkap Buat Gen Z Aktif
-
Honor Uji HP Baru dengan Baterai 11.000 mAh, Terbesar di Kelasnya
-
Tak Semahal Anggaran Pemkab Blora, Segini Harga CapCut dan Canva Pro 2026
-
Gunakan Chipset Unisoc T8300, Berapa Skor AnTuTu Redmi R70 5G?
-
Indonesia Penghasil Gas, Kenapa Masih Butuh Impor LPG? Ternyata Begini Penjabarannya
-
Redmi R70 dan R70m Debut dengan Baterai Jumbo, Andalkan Chipset Unisoc