Suara.com - Penjelajah Mars terbaru milik NASA, Perseverance, yang mendarat di Planet Merah pada 18 Februari, membawa helikopter kecil yang disebut Ingenuity.
Kini NASA mengumumkan pada 23 Maret bahwa helikopter seberat 1,8 kilogram tersebut dapat melakukan penerbangan pertamanya paling cepat pada 8 April mendatang.
Sebagai misi eksperimental, melakukan lepas landas di Mars adalah salah satu dari lima tugas Ingenuity untuk mendemonstrasikan teknologi selama 31 hari di Planet Merah.
"Kami menantikan untuk melihat bagaimana helikopter kecil kami bekerja di permukaan Mars," kata Lori Glaze, direktur Divisi Ilmu Planet NASA, dikutip dari Space.com, Kamis (25/3/2021).
Sebelum siap diluncurkan, Ingenuity saat ini masih melekat pada bagian perut Perseverance.
Mengeluarkan helikopter kecil ke permukaan tanah Mars adalah proses rumit yang setidaknya akan memakan waktu selama enam hari.
Pelepasan helikopter akan dimulai setelah Perseverance tiba di pusat lapangan terbang Ingenuity, sebuah lapangan datar dan bebas bahaya seluas 10 meter di sisi yang dekat dengan lokasi pendaratan penjelajah, Kawah Jezero.
Setelah mengeluarkan Ingenuity dari perutnya, Perseverance harus berkendara sekitar 5 meter dalam waktu 24 jam, memastikan bahwa helikopter bertenaga surya mendapat cukup sinar Matahari untuk mengisi ulang baterainya.
Kemudian, tim Ingenuity akan mulai menugaskan helikopter. Misalnya, menguji sistem rotor empat bilah helikopter dan memutarnya hingga 2.537 putaran per menit.
Baca Juga: Pertama Kalinya, NASA Mengukur Inti Mars
Jika semuanya berjalan lancar, Ingenuity akan bersiap untuk melakukan lepas landas.
Selama penerbangan pertama, helikopter akan naik ke ketinggian hingga 3 meter, melayang selama 30 detik, dan kembali mendarat dengan empat kakinya.
Uji coba penerbangan selanjutnya menargetkan ketinggian maksimum 5 meter.
Selama tiga hari pertama, tim Ingenuity akan bertujuan untuk mendemonstrasikan kemampuan terbang dasar. Penerbangan ideal Ingenuity akan menargetkan ketinggian 90 meter.
Selama penerbangan, Ingenuity hanya akan mengambil foto dan video menggunakan dua kamera onboard, tetapi tidak akan mengumpulkan data lain karena helikopter tersebut tidak membawa instrumen ilmiah.
Sementara itu, Perseverance akan mendokumentasikan penerbangan ini menggunakan sistem kamera Mastcam-Z dan dua mikrofon onboard.
Berita Terkait
-
Misi Mars UEA Bagikan Penampakan Gunung Berapi Tertinggi di Tata Surya
-
NASA Ungkap Mars Menyembunyikan Lautan di Bawah Kerak Planet
-
Waduh! Organisasi Ini Ungkap Bukti Foto di Mars Kalau Alien Beragama Budha
-
Planet Mars: Para Peneliti Pecahkan Misteri Hilangnya Air di Planet Merah
-
Batu Mars dalam Misi Perseverance Pakai Bahasa Navajo
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
32 Kode Redeem FF 4 Februari 2026, Sikat Skin Senjata G18 dan G36
-
Poco F8 Series Resmi Hadir di Indonesia, Naik Kelas Jadi The True Flagship
-
24 Kode Redeem FC Mobile 4 Februari 2026: Cara Klaim Haaland dan Trik Farming 5.000 Permata
-
5 Rekomendasi CCTV Rp200 Ribuan, Praktis Bisa Pantau Lewat HP Kapanpun
-
5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah dengan RAM Besar Terbaik
-
5 Rekomendasi HP Compact Murah Terbaik Februari 2026, Mulai Rp1 Jutaan
-
5 Tablet Murah 1 Jutaan untuk Cucu Nonton YouTube, Tahan Banting dan Baterai Awet
-
7 Rekomendasi Tablet Gaming Murah Anti Nge-Lag, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Konglomerat Indonesia dan Sri Mulyani Disebut-sebut di Epstein Files? Begini Penjelasannya
-
Nasib Borderlands 4 di Nintendo Switch 2: Dibatalkan atau Hanya Jeda?