Suara.com - NASA akan meluncurkan satelit seukuran SUV yang dirancang untuk melihat potensi bencana alam dan pengaruh perubahan iklim.
Satelit ini seperti mengukur bagaimana pencairan es di daratan akan memengaruhi kenaikan permukaan laut.
Disebut NISAR, ini merupakan misi kolaborasi dengan Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO).
NISAR akan melihat tanda-tanda peringatan letusan gunung berapi yang akan segera terjadi, membantu memantau pasokan air tanah, hingga mengamati pergeseran distribusi vegetasi di seluruh dunia.
Memantau jenis perubahan seperti ini di permukaan Bumi hampir di seluruh dunia belum pernah dilakukan sebelumnya dalam resolusi tinggi yang akan dihasilkan NISAR.
NISAR akan menggunakan dua jenis radar apertur sintetis (SAR) untuk mengukur perubahan di permukaan Bumi.
Satelit akan dilengkapi dengan antena reflektor wire mesh radar berdiameter hampir 12 meter, di ujung tiang sepanjang 9 meter untuk mengirim dan menerima sinyal radar ke dan dari permukaan Bumi.
Konsep NISAR mirip dengan bagaimana radar cuaca memantulkan sinyal dari tetesan hujan untuk melacak badai.
Kedua radar NISAR dapat mengamati permukaan Bumi melalui objek seperti awan ataupun hutan yang menghalangi.
Baca Juga: Berhadiah Rp 7,2 Miliar, NASA Cari Ide Pasokan Makanan di Mars
Kemampuan ini memungkinkan misi untuk melacak perubahan di permukaan Bumi siang atau malam dan hujan ataupun cerah.
"NISAR adalah satelit segala cuaca yang akan memberi kita kemampuan untuk melihat bagaimana permukaan Bumi berubah," kata Paul Rosen, ilmuwan proyek NISAR di Jet Propulsion Laboratory NASA.
Kedua radar bekerja dengan memantulkan sinyal gelombang mikro dari permukaan Bumi dan merekam berapa lama sinyal yang dibutuhkan, untuk kembali ke satelit serta kekuatannya saat kembali.
Semakin panjang antena yang mengirim dan menerima sinyal, maka semakin tinggi resolusi spasial datanya.
Dilansir dari Scitechdaily, Rabu (31/3/2021), NISAR juga akan mampu mendeteksi pergerakan permukaan planet sekecil 0,4 inci di atas area seukuran setengah lapangan tenis.
Satelit ini dijadwalkan akan diluncurkan pada awal 2022 dan memindai Bumi setiap 12 hari selama tiga tahun, menghasilkan pencitraan daratan Bumi, lapisan es, dan es laut di setiap orbit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis
-
realme 16 Series 5G Bawa 21 Classic Tone ala Kamera Profesional dan Fitur NEXT AI Photography
-
4 Smartwatch yang Ada Pengingat Salatnya, Harga Terjangkau Mulai Rp200 Ribuan
-
Harga Sewa iPhone Jelang Lebaran 2026, Modal Rp300 Ribu Bisa Bawa 15 Pro Max saat Mudik
-
HP Tahan Banting Merek Apa? Ini 6 HP dengan Material Solid untuk Jangka Panjang
-
Lonjakan Trafik Ramadan 2026, XLSMART Siapkan Jaringan dan Paket Data XL, AXIS, hingga XL SATU
-
Teknologi Grab Indonesia 2026: Algoritma, Big Data, dan 3,7 Juta Mitra Penggerak Ekonomi Digital
-
Kolaborasi Jadi Strategi Besar Dorong Ekosistem Esports Indonesia Makin Kompetitif di 2026
-
21 Kode Redeem FC Mobile 27 Februari 2026, Banjir Gems dan Pemain OVR 117