Suara.com - Salah satu sensor ISOCELLL Samsung adalah yang pertama (di perangkat seluler) yang menembus kemampuan sensor 100 MP dan Xiaomi adalah perusahaan pertama yang menggunakannya.
Sekarang saat Samsung bersiap meluncurkan sensor 200 MP pertama, Xiaomi bersiap sekali lagi menjadi yang pertama menggunakannya.
Dilansir laman GSM Arena, Selasa (27/4/2021), leakers Digital Chat Station mengungkap bahwa meski tanpa kerangka waktu kapan hal itu mungkin terjadi.
Pembocor terkenal lainnya, Ice Universe, mengatakan bahwa sensor 200MP akan memiliki piksel 0,64 µm, yang terkecil.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa sensor akan memiliki format optik 1 / 1.37", jadi lebih kecil dari GN2 (1 / 1.12") dan ukurannya hampir sama dengan sensor 108MP terbaru, HM3 (1 / 1.33", 0.8 µm).
Info itu adalah bagian dari bocoran bahwa flagship ZTE Axon 30 akan menjadi yang pertama dengan sensor ini, jadi jelas itu tidak 100 persen akurat. Namun, setidaknya beberapa di antaranya tampaknya benar.
Bocoran ini juga mengklaim bahwa sensor tersebut akan mendukung 4-in-1 binning dengan resolusi output 50MP dan ukuran piksel efektif 1,28µm.
Binning 16-in-1 (keluaran 12,5MP) juga disebutkan, tetapi kedengarannya kurang masuk akal.
Pemotongan sensor 108MP saat ini memiliki kemampuan zoom digital asli 2x atau 3x lossless, tergantung pada konfigurasinya.
Baca Juga: Sederet Masalah yang Ada di Xiaomi Mi 11
Sensor 200MP seharusnya bisa lebih tinggi dari itu dan mungkin merupakan akhir dari modul zoom jarak menengah khusus.
Sensor ini secara teknis akan memiliki resolusi yang cukup untuk video 16K (133MP), meskipun chipset pertama yang dapat memprosesnya masih membutuhkan waktu bertahun-tahun (chip teratas saat ini, bahkan tidak dapat melakukan 8K 60fps).
Bagaimanapun, sensor resolusi tinggi harus menggunakan piksel lebih kecil. Jika tidak, mereka akan menjadi cukup besar secara fisik, yang juga berarti modul kamera yang sangat tebal (dan sesuatu seperti Mi 11 Ultra sudah memiliki tonjolan kamera yang tebal dengan GN2 1 / 1.12" sensor).
Desain sensor yang lebih canggih, pixel binning, dan pemrosesan lebih baik akan mengimbangi kelemahan piksel lebih kecil.
Berita Terkait
-
Poco Indonesia Sudah Lepas dari Xiaomi
-
Counterpoint: Pasar HP Xiaomi Melesat di Afrika, Samsung Menurun
-
Layar Redmi Note 10 Pro Bermasalah, Ini Penjelasan Xiaomi Indonesia
-
Xiaomi Rilis Mi 10T Pro Versi Baru di Indonesia, Harga Lebih Murah
-
Diserbu Pengguna Gegara Layar Redmi Note 10 Bermasalah, Ini Jawaban Xiaomi
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru
-
Samsung Boyong Fitur AI Canggih ke HP Mid-range lewat Galaxy A27
-
Spesifikasi Samsung Galaxy A27 5G, Peningkatan Apa yang Ditawarkan?
-
AMD EPYC Bikin Server Gaming Makin Kencang, Shockbyte Pangkas Konsumsi Listrik 30 Persen
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
4 Tablet Murah yang Cocok untuk Anak Sekolah, Harga Cuma Rp1 Jutaan
-
Steam Summer Sale 2026 Dimulai, Cek Rekomendasi Game PC dengan Diskon Besar Ini
-
4 Tablet RAM Besar 2 Jutaan Terbaik, Ada yang Dilengkapi Stylus untuk Kerja dan Hiburan
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG