Suara.com - Selama beberapa tahun, Facebook sering mendapat kritik karena masalah privasi dan data pengguna. Bahkan fitur enkripsi end-to-end dipastikan baru muncul pada awal tahun 2022.
"Ini adalah proyek jangka panjang dan kami tidak akan sepenuhnya menghadirkan enkripsi end-to-end hingga tahun 2022," kata Facebook, dikutip dari XDA Developers, Minggu (2/5/2021).
Enkripsi end-to-end adalah sebuah metode untuk mencegah pihak ketiga bisa mengakses data yang dikirimkan dari satu ke pengguna lainnya. Apabila aplikasi perpesanan menggunakan fitur ini, maka chat bakal lebih aman karena tidak bisa diintip, sekalipun dari pihak aplikasi.
Fitur ini yang masih belum dihadirkan Facebook, baik untuk aplikasi Messenger maupun Instagram. Mereka sebelumnya pernah menghadirkan fitur tersebut pada 2016, namun hanya berlaku untuk mode 'Secret Conversation'.
Sementara Instagram, aplikasi yang masih di bawah naungan Facebook, masih belum menggunakan metode enkripsi end-to-end di-direct messages-nya.
Lalu pada 2019, Facebook menyatakan bahwa mereka bakal menambahkan enkripsi end-to-end di Messenger, WhatsApp, dan Instagram. Mereka juga mengatakan bahwa ketiga aplikasi bakal terhubung satu sama lain.
Agak mengherankan apabila Facebook membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk fitur enkripsi end-to-end, melihat rencananya yang sudah dilontarkan sejak 2019. Namun sepertinya Facebook memang lebih memprioritaskan fitur lain ketimbang metode keamanan tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
4 Rekomendasi HP Baterai Jumbo dengan Fitur Reverse Charging, Bisa Jadi Powerbank
-
56 Kode Redeem FF Max Terbaru 1 Juni 2026: Raih Skin MAG-7, SG2, dan Bundel Eclipse
-
5 Pilihan Smart TV 32 Inch Terbaik Harga Rp2 Jutaan, Canggih dengan Fitur Modern
-
Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Menurut Review Pengguna
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
7 Kelebihan dan Kekurangan Panasonic LUMIX L10, Tawarkan Fitur Zoom Ciamik
-
Spesifikasi Redmi Headphone Neo di Indonesia: Harga Rp1 Jutaan, Baterai Tahan 72 Jam
-
AS Perketat Larangan Chip AI China, Huawei hingga Alibaba Makin Gencar Kembangkan Alternatif Nvidia
-
Lintasarta Percepat Investasi Infrastruktur AI di Indonesia, Siap Dorong Transformasi Digital