Suara.com - Para ilmuwan menemukan struktur persegi panjang di barat laut Arab, dipercaya sebagai bagian dari pemujaan ternak prasejarah berusia lebih dari 7.000 tahun.
Ada lebih dari 1.000 bangunan misterius, yang disebut mustatils (dalam bahasa Arab berarti persegi panjang), yang didokumentasikan di Arab Saudi.
Meskipun penampilannya bervariasi, biasanya berbentuk persegi panjang dan seringkali terdiri dari dua platform yang dihubungkan oleh dua dinding.
Bangunan purba ini menunjukkan bahwa beberapa mustatils memiliki ruang di tengah terbuat dari dinding batu dan mengelilingi area terbuka, dengan batu berdiri di tengahnya.
Penelitian baru ini memperkuat teori bahwa mustatils digunakan untuk tujuan ritualistik dan memberikan bukti bahwa itu adalah bagian dari pemujaan ternak.
"Mustatils di barat laut Arab mewakili lanskap ritual monumental berskala besar pertama di mana pun di dunia, bahkan lebih tua dari Stonehenge," kata Melissa Kennedy, asisten direktur proyek Aerial Archaeology di Kingdom of Saudi Arabia project (AAKSA).
Beberapa mustatils telah dijarah atau dirusak, namun pada 2019 tim berhasil menggali mustatils yang masih utuh.
Tim ahli menemukan bahwa itu berisi sejumlah besar tulang dan tanduk sapi serta sisa-sisa dari domba, kambing, dan kijang.
Sisa-sisa tersebut ditemukan di tengah sebuah ruangan yang dibangun dengan dinding batu.
Baca Juga: Penuh Kerangka Manusia, Makam Kuno Berusia 3 Ribu Tahun Ditemukan
Temuan tersebut membuat tim percaya bahwa itu adalah "persembahan" dari orang-orang yang melakukan kegiatan ritual yang terkait dengan pemujaan ternak.
Kultus tersebut mungkin didedikasikan untuk dewa atau kekuatan supernatural yang terkait dengan ternak.
Dilansir dari Live Science, Senin (3/5/2021), mengingat tulisan belum ditemukan pada periode itu, para ahli tidak yakin dengan kepercayaan dari pengikut pemujaan terkank tersebut.
Para arkeolog juga menemukan seni cadas di daerah tersebut yang mendukung gagasan bahwa mustatils digunakan sebagai bagian dari pemujaan ternak.
Seni cadas itu menunjukkan pemandangan menggembala ternak dan berburu.
Masih banyak lagi misteri tentang mustatils yang masih harus dipecahkan, seperti mengapa beberapa mustatils dibangun di lereng gunung berapi.
Para ahli berpendapat, mustatils tersebut mungkin digunakan sebagai penanda lanskap atau sebagai penanda teritorial untuk kelompok pemujaan tertentu.
Tim berencana melakukan lebih banyak penggalian di masa depan dan mempelajari struktur menggunakan Geographic Information Systems (GIS).
Berita Terkait
-
Diklaim Bisa Bantu Krisis Iklim, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia
-
Cari Sukarelawan Diinfeksi Ulang Covid-19, Ilmuwan Tawarkan Rp 101 Juta
-
Teliti Antibodi, Inggris Suntik Penyintas COVID-19 dengan Virus Corona
-
Begini Cara Unik Ilmuwan Selidiki Atmosfer Planet Asing
-
Penelitian: Rahasia Komunikasi Gorilla Terungkap
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
Terkini
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
KAI Commuter Siaga Aksi Demo Jakarta
-
Korban Hilang Longsor Jalur Perbatasan Tibet - Nepal Melonjak Hingga 558 Orang
-
Mengenal Rumus Volume dan Luas Permukaan Prisma: Panduan Lengkap Sifat, Jenis, dan Contoh Soal
-
Disrupsi AI di Industri Kreatif: Ketika Keterampilan Teknis Saja Tak Lagi Cukup
-
5 Rekomendasi HP dengan Layar Lebar dan UI Sederhana untuk Orang Tua
-
Kabut Asap: Kasus ISPA Riau Tembus 1.960, Pekanbaru dan Pelalawan Tertinggi
-
Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla
-
Spanduk Jangan Ganggu Mandat 5 Tahun Presiden Prabowo Terbentang di JPO Senayan
-
Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama