Suara.com - Asteroid bernama 2021PDC disebut akan menabrak Bumi pada Oktober 2021 mendatang.
Namun, asteroid tersebut merupakan batuan luar angkasa fiktif atau tidak nyata, yang sengaja diciptakan oleh NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA).
Bukan tanpa sebab, ESA dan NASA tengah melakukan latihan gabungan berupa simulasi bagaimana jika ada asteroid berbahaya yang akan bertabrakan dengan Bumi di masa depan.
Latihan dampak asteroid itu dibuat oleh International Academy of Astronautics (IAA) untuk program Planetary Defense Conference (PDC), yang berlangsung dari 26-30 April di Austria.
Penamaan asteroid itu sendiri diambil dari nama program tersebut, yaitu PDC.
Dilansir dari Earth Sky, Rabu (5/5/2021), ini adalah latihan ketujuh dari konferensi tersebut yang diadakan setiap dua tahun.
Para ilmuwan, badan antariksa, dan organisasi perlindungan sipil tidak menggunakan asteroid sungguhan untuk latihan ini, tetapi mereka menyebutkan 2021PDC (Planetary Defence Conference yang diadakan 2021).
Selama masa latihan, para ahli internasional akan berpura-pura bahwa asteroid fiksi ini akan menghantam Bumi dan mereka berlatih, seandainya terjadi tabrakan asteroid.
Simulasi dampak asteroid ini memiliki skenario fiktif, di mana 2021PDC ditemukan pada 19 April 2021 dan sistem pemantauan asteroid milik NASA dan ESA, mengidentifikasi tanggal batuan ini berpotensi menabrak Bumi.
Baca Juga: Dahsyat Banget! Bom Nuklir Tak Dapat Menghentikan Ancaman Asteroid
Kedua badan antariksa itu sepakat bahwa tanggal potensi tabrakan terjadi pada 20 Oktober 2021, hanya enam bulan lagi.
Kemungkinan tabrakan itu memiliki dampak yang rendah, sekitar satu peluang dalam 2500.
Dalam skenario, para ahli tidak mengetahui tentang sifat fisik 2021PDC.
Tim memprediksi ukuran asteroid ini rata-rata sekitar 120 meter. Tetapi karena reflektivitas sebenarnya tidak diketahui, ukurannya bisa berkisar 35 meter hingga 700 meter.
Setelah para ahli mengetahui sedikit informasi mengenai asteroid, tim akan membahas tindakan apa yang dapat diambil untuk menangkis atau menghancurkan objek berpotensi berbahaya tersebut.
Dalam keterangan terbaru, NASA mengatakan, tidak ada cukup waktu untuk menangkis asteroid tersebut, baik menggunakan pesawat luar angkasa ataupun bom nuklir untuk menghancurkannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Oppo K15 Jadi Ancaman Baru Redmi dan Realme, Bawa Snapdragon 6 Gen 5
-
39 Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 9 Mei 2026, Ada Hadiah Star Shards dan Player OVR Tinggi
-
Gunung Dukono di Mana? Baru Saja Erupsi dan Memakan Korban
-
iPhone 18 Pro Bocor! Ini 7 Fitur Baru yang Disebut Bakal Jadi Revolusi Apple 2026
-
54 Kode Redeem FF Aktif 9 Mei 2026, Ada Bundle Gintama hingga Gloo Wall Rio Gratis
-
Terpopuler: Rekomendasi Earphone Kabel Murah Terlaris, HP Midrange Oppo Terkencang
-
5 HP Mid-Range dengan Kamera Telephoto Terbaik, Cocok untuk Konser
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Daftar Harga iPhone Terbaru Mei 2026, Pilihan Investasi Gadget Jangka Panjang
-
Ingin Beli Skin Epic Impian? Ini 5 Cara Cepat Beli Diamond Mobile Legends Lewat GoPay Games