Suara.com - Para ilmuwan NASA menemukan planet aneh baru-baru ini, yang disebut TOI-1231 b karena memiliki atmosfer sangat mirip dengan Bumi.
Planet ekstrasurya yang mengorbit bintai katai M atau katai merah itu ditemukan oleh para peneliti dari Jet Propulsion Laboratory NASA dan University of New Mexico.
Para ilmuwan mampu mengkarakterisasi bintang tersebut dan mengukur jari-jari serta massa TOI-1231 b.
Pengukuran ini memberi para ahli data yang diperlukan untuk menghitung kepadatan dan hipotesis dari kandungan apa atmosfer planet itu terbuat.
Planet yang seukuran sub-Neptunus itu, memiliki iklim sedang dengan orbit 24 hari, delapan kali lebih dekat ke bintang induknya daripada Bumi ke Matahari, tetapi suhunya sangat mirip dengan Bumi.
Hal ini disebabkan karena katai merah planet itu kurang kuat.Atmosfernya sekitar 140 derajat Fahrenheit, menjadikan TOI-1231 b salah satu planet ekstrasurya paling dingin untuk penelitian atmosfer yang pernah ditemukan.
Selain itu, ada kemungkinan planet itu memiliki awan tinggi di atmosfernya serta bukti adanya air.
"Pengamatan di masa depan dari planet baru ini akan memungkinkan kita menentukan seberapa umum awan air terbentuk di sekitar planet beriklim sedang ini," kata Jennifer Burt, ilmuwan NASA, dikutip dari Independent, Kamis (10/6/2021).
Kepadatan rendah TOI-1231 b menunjukkan bahwa planet dikelilingi oleh atmosfer yang substansial.
Baca Juga: Wow! Begini Penampakan Pertama dari Bulan Terbesar di Tata Surya
Namun, komposisi dan luasnya atmosfer masih tidak diketahui. TOI-1231 b dapat memiliki atmosfer hidrogen atau hidrogen-helium yang besar, atau atmosfer uap air yang lebih padat.
Masing-masing akan menunjukkan asal yang berbeda, memungkinkan para astronom memahami apakah dan bagaimana planet terbentuk secara berbeda di sekitar katai M jika dibandingkan dengan planet di sekitar Matahari.
Tim ilmuwan dapat mengetahui hal itu dengan menyelidiki apakah gas sedang meledak dan mencari bukti atom hidrogen dan helium.
Namun, karena sistem planet-bintang ini bergerak cepat menjauh dari Bumi, para ahli berharap bisa melakukan penelitian tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?