- Airlangga menilai gejolak yang terjadi adalah bentuk penyesuaian pasar yang wajar.
- Proses pemilihan nahkoda baru bursa sedang dalam tahap persiapan.
- Menteri Keuangan saat ini tengah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) untuk mencari pemimpin definitif OJK sesuai amanat undang-undang.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menunjukkan taringnya kembali. Setelah sempat tertekan hebat akibat sentimen evaluasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan kabar mundurnya lima petinggi bursa serta regulator, indeks kebanggaan tanah air ini sukses mendarat di zona hijau pada perdagangan Selasa (3/2/2026).
Berdasarkan data RTI pukul 12.20 WIB, IHSG melompat signifikan ke level 8.047, menguat 124 poin atau 1,57%. Pergerakan ini terbilang impresif mengingat IHSG sempat terseok di jalur merah pada pembukaan pagi tadi di level 7.888.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kembalinya gairah pasar modal ini dipicu oleh masuknya aliran dana asing (net inflow) yang cukup deras.
"Kalau kemarin kita lihat lebih dari Rp 600 miliar itu net inflow asing. Jadi dua minggu terakhir net outflow, tetapi kemarin net inflow dan pagi ini masuk jalur hijau," ujar Airlangga saat ditemui di sela acara Indonesia Economic Summit di Jakarta.
Pasar sempat dibuat was-was dengan kabar pengunduran diri serentak lima petinggi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, Airlangga meminta investor tetap tenang dan melihat fenomena ini sebagai bagian dari proses reformasi pasar modal.
Diketahui laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan drama comeback yang luar biasa pada perdagangan sesi 1 pada Selasa (3/2/2026).
Setelah sempat dibuka melemah dan menyentuh zona merah yang cukup dalam, IHSG berhasil bangkit (rebound) dan terbang tinggi melampaui level psikologis 8.000.
Berdasarkan data hingga pukul 12.00 WIB, IHSG bertengger di posisi 8.047 menguat tajam sebesar +124,49 poin atau naik 1,57%.
Pasar modal Indonesia mengawali hari dengan penuh tekanan. IHSG dibuka di level 7.888 dan sempat terseret jatuh ke titik terendah harian di 7.712. Namun, tekanan jual tersebut tampaknya justru dimanfaatkan oleh para investor untuk melakukan aksi borong saham (buy on weakness).
Baca Juga: Emiten BUMI Bangkit Kembali Setelah ARB, Siapa yang Borong Sahamnya?
Memasuki tengah hari, aksi beli masif mendorong indeks hingga menyentuh level tertinggi di 8.059 sebelum akhirnya stabil di kisaran 8.047 menjelang jeda siang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim
-
Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
-
Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga
-
Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo
-
BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam
-
[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan
-
Siasat Airlangga Hadapi Gejolak Timur Tengah: Defisit APBN Tetap di Bawah 3%, ASN Bakal WFH?
-
Presiden Imbau Hemat Energi, Ini Tips Masak yang Lebih Efisien dari Pertamina