Suara.com - Para ahli dari University of Nicosia, Siprus, memperingatkan bahwa serbuk sari dapat membawa ratusan partikel virus, seperti Covid-19 dan meningkatkan risiko infeksi di daerah ramai.
Tim ahli menciptakan simulasi komputer dari pohon dedalu dan memodelkan bagaimana serbuk sarinya menyebar.
Jika terkena angin sepoi-sepoi, model menunjukkan bahwa serbuk sari dapat terbang melewati kerumunan sejauh sekitar 20 meter hanya dalam satu menit.
Kondisi ini berpotensi membantu memindahkan partikel virus di sepanjang jalan.
Secara khusus, tim mensimulasikan bagaimana 10.000 butir serbuk sari yang tertiup dari pohon, akan berinteraksi dengan dua pertemuan di luar ruangan.
Salah satunya berisi 10 orang dan lainnya 100, dengan beberapa individu kemungkinan melepaskan partikel Covid-19.
Setelah menyesuaikan model berdasarkan suhu, kecepatan angin, dan kelembapan pada hari-hari musim semi, tim menemukan serbuk sari akan melewati kedua kerumunan itu dalam waktu sekitar satu menit.
Berdasarkan temuan tersebut, para ahli mengatakan bahwa jarak fisik sejauh hingga dua meter yang sering direkomendasikan sebagai protokol kesehatan mungkin tidak cukup.
Pada hari-hari tertentu, rata-rata pohon dapat melepaskan lebih dari 40 butir serbuk sari per kaki kubik ke udara, dengan setiap butir mampu membawa ratusan partikel virus.
Baca Juga: Studi: Serbuk Sari dari Tumbuhan Tingkatkan Penyebaran Virus Corona
"Ini adalah pertama kalinya kami menunjukkan melalui pemodelan dan simulasi, bagaimana butiran mikro serbuk sari di udara dibawa oleh angin sepoi-sepoi, berkontribusi terhadap penularan virus melalui udara pada keramaian di luar ruangan," kata Dimitris Drikakis, ilmuwan dari University of Nicosia, dikutip dari Daily Mail, Kamis (24/6/2021).
Tim ilmuwan sekarang sedang berusaha memahami interaksi antara butiran serbuk sari di udara dan sistem pernapasan manusia, di bawah kondisi lingkungan berbeda.
Berita Terkait
-
Studi: Serbuk Sari dari Tumbuhan Tingkatkan Penyebaran Virus Corona
-
Tips Cegah Rhinitis Alergi, Penyakit yang Disebabkan Serbuk Sari dan Tungau
-
Studi: Serbuk Sari di Udara Bisa Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19
-
Paparan Serbuk Sari Dapat Tingkatkan Risiko Infeksi Covid-19
-
Demam akibat Serbuk Sari, Pria Ini Sempat Mengira Terinfeksi Covid-19!
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Pokemon Evolusi Mega ex Hadir dalam Format Starter Deck Siap Main
-
OLX Luncurkan Kategori Barang Gratis untuk Mempermudah Berbagi Selama Ramadan
-
Harga dan Spesifikasi Huawei Band 11 Series Resmi di Indonesia, Layar AMOLED 1,62 Inci
-
4 HP OPPO RAM 8 GB Paling Murah Februari 2026 Mulai Rp2 Jutaan
-
Ampverse Resmi Ekspansi ke Indonesia, Andalkan AI dan Gaming Intelligence
-
Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM
-
5 HP Kamera Bagus untuk Lebaran Mulai Rp3 Jutaan, Hasil Foto Jernih Tak Perlu Sewa iPhone
-
Indosat HiFi Air Resmi Hadir, Internet Rumah Tanpa Kabel Bisa Dibawa Mudik dan Langsung Aktif
-
27 Kode Redeem FF 27 Februari 2026: Ada Skin SG2, Angelic, Hingga Bundle Jujutsu Kaisen
-
25 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 27 Februari 2026: Klaim Pemain OVR 117 dan Ribuan Gems Gratis